“Inilah salah satu contoh keberhasilan kawasan transmigrasi yang produktif dan mampu mendukung ekspor nasional,” tambahnya.
Menurutnya pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Sulbar saat ini sudah cocok Link Mix nya dengan program kementerian transmigrasi, yang fokus kepada bagaimana meningkatkan komoditas yang bernilai Ekspor kemudian yang kedua adalah bagaimana mengembangkan dan membangun iklim investasi yang maju serta masif agar tercipta lapangan kerja.
“Kalau sudah tercipta lapangan kerja kita berharap masyarakat juga mendapatkan pekerjaan, kemudian masyarakat juga memperoleh penghasilan, pendapatan, sehingga daya belinya juga dapat meningkat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diatas kertas naik tapi juga kesejahteraan masyarakat ikut naik,” katanya.
Diketahui Pemprov Sulbar melepas 7 ton. 6 ton biji kakao fermentasi normal dan 1 ton fermentasi Mix Fruit (rasa buah).
Pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Sulbar untuk terus memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil kakao unggulan, serta mendorong pembangunan industri hilir yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (Rls)