Dinkes Sulbar Gelar Pelatihan Kontrasepsi, Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan

Menurutnya, pembangunan kesehatan yang berfokus pada kualitas SDM yang sehat, cerdas, adaptif, dan berkarakter, sejalan dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 serta pendekatan Primary Health Care (PHC) yang direkomendasikan WHO. Transformasi ini mencakup peningkatan kapasitas layanan kesehatan dasar melalui pelatihan, termasuk peningkatan kompetensi dalam penggunaan alat kesehatan serta pelayanan kontrasepsi yang terstandar.

BACA JUGA:  Bapperida Sulbar Lakukan Evaluasi Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Mamuju 2025–2029

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi proyek nasional Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan. Proyek ini bertujuan mengatasi kesenjangan dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam pelayanan KB di fasilitas tingkat pertama. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menekan angka putus pakai kontrasepsi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap fasilitas kesehatan di kabupaten/kota memiliki tenaga kesehatan yang terlatih dan siap memberikan pelayanan KB yang berkualitas. Pelatihan dilaksanakan secara swakelola tipe 2/3 dan mencakup seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Barat.

BACA JUGA:  Gubernur Sulbar dan Wamenpar Saksikan Finis Spektakuler Sandeq Silumba 2025

Mengakhiri sambutannya, dr. Nursyamsi menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Barat, serta memperkuat layanan kesehatan reproduksi yang bermutu dan merata. (Rls)