Menyambut baik bantuan tersebut, Ketua Kelompok Usaha Maloppo, Yusrawati, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah dan Unsulbar. Bantuan mesin ini sangat meringankan pekerjaan kami. Kalau dulu kami masih pake kayu bakar dan aduk sendiri, sekarang sudah otomatis dan hasilnya pasti lebih baik. Berkat pelatihan yang diberikan juga kami jadi tau buat konten dan catat keuangan pake aplikasi,” tuturnya.
Selama dua hari tersebut, anggota Kelompok Usaha Maloppo juga mendapatkan serangkaian pelatihan intensif. Materi yang diberikan mencakup teknik produksi menggunakan mesin baru, strategi pemasaran digital, serta pencatatan keuangan sederhana melalui aplikasi SIAPIK untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha.
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan dari Dinas Koperindag Sulbar, Aswad, yang turut mendampingi kegiatan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk keberlanjutan program ini. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah adalah kunci untuk mengakselerasi kemandirian UMKM.
“Ini adalah langkah konkret kami dalam mendukung visi gubernur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami tidak akan berhenti di sini. Dinas Koperindag Sulbar berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM Maloppo dan pelaku usaha lainnya agar mereka bisa terus berkembang dan naik kelas,” kata Aswad.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan Kelompok Usaha Maloppo dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dengan beralih dari kayu bakar ke kompor, serta meningkatkan volume dan nilai jual produk mereka. (Rls)