Pentingnya strategi dalam mencegah peningkatan jumlah Pravelensi Stunting, diantaranya : Pertama, diperlukan sinkronisasi dan koordinasi antar pemerintah daerah dan lembaga non pemerintah yang lebih optimal lagi. Kedua, diperlukan kekuatan sumber daya, baik SDM, sarana dan fasilitas dalam mendukung percepatan penurunan stunting, serta anggaran yang cukup.
Ketiga, adalah diperlukan sebuah komitmen dari para pemangku kepentingan, dan yang terakhir dalam setiap kebijakan yang diambil, diharapkan ada regulasi yang mendukung, sebut Darwis.
Selain itu, Bapperida memastikan bahwa intervensi stunting masuk dalam RKPD dan APBD secara konsisten dan terukur.
Rapat ini menjadi ruang evaluasi capaian semester I tahun 2025 sekaligus penguatan komitmen bersama.
Sementara, Wakil Gubernur Salim S. Mengga menegaskan bahwa stunting bukan hanya isu gizi, tetapi juga menyangkut sanitasi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Pasangan Gubernur Suhardi Duka ini mendorong pendekatan terpadu dan komunikasi yang bijak dengan masyarakat agar program dapat diterima dan didukung di tingkat akar rumput.
Kehadiran Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Mamasa, Sekda Mamuju Tengah, Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, serta para kepala OPD menunjukkan bahwa penanganan stunting telah menjadi agenda bersama. Namun, Bapperida tetap menjadi poros koordinasi yang menjembatani antara kebijakan makro dan aksi mikro. (Rls)