RPJMD Jadi Peta Jalan, Bapperida Sulbar Genjot Ekonomi Biru untuk Akselerasi Pertumbuhan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Jum, 26 Sep 2025
- comment 0 komentar

Sulbar memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi biru. Dengan luas laut mencapai 19.848,56 Km², garis pantai 663,02 Km, serta 41 pulau termasuk 17 kawasan konservasi, Sulbar juga didukung sarana prasarana seperti PPI, pabrik es, dan cold storage. Komoditas unggulannya meliputi tuna, tongkol, cakalang, kerapu, kakap, layang, hingga udang vaname.
Dalam dokumen RPJPD dan RPJMD, konsep ekonomi biru telah ditempatkan sebagai strategi utama pembangunan Sulbar. Roadmap pengembangan ekonomi biru daerah akan mengacu pada roadmap nasional dan dibagi dalam empat tahap hingga 2045, mulai dari penguatan fondasi, peningkatan sarana prasarana, hilirisasi dan diversifikasi, hingga ekspansi dan daya saing regional.
“Target kita jelas, pada 2030 pertumbuhan ekonomi Sulbar diharapkan mencapai 7–8 persen. Optimalisasi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kunci untuk mencapainya,” tegas Muh. Saleh.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menekankan bahwa tantangan daya saing tidak bisa diselesaikan secara instan. Namun, menurutnya, ekonomi biru adalah jalan strategis untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan sekaligus menjamin keberlanjutan.
“Sulawesi Barat punya modal alam dan sosial yang luar biasa—laut yang luas, nelayan yang tangguh, dan komoditas unggulan yang kompetitif. Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan seluruh potensi itu terintegrasi dalam kebijakan, investasi, dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak OPD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjadikan ekonomi biru sebagai wajah baru pembangunan Sulbar,” pungkas Junda. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
