Penemuan Kasus TBC di Sulawesi Barat Capai 64,30 Persen, Dinkes Dorong Akselerasi Eliminasi TBC 2030
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data per Oktober 2025, capaian penemuan kasus TBC di Sulawesi Barat mencapai 64,30 Persen dari target tahunan. Angka ini menjadi indikator penting dalam memastikan seluruh kasus TBC dapat ditemukan dan segera mendapatkan pengobatan sesuai standar nasional.
Dari enam kabupaten, Mamuju mencatat capaian penemuan kasus TBC tertinggi, yaitu 97,40 Persen, menandai kerja aktif puskesmas dan jejaring layanan dalam melakukan investigasi kontak serta skrining TBC. Menyusul setelahnya adalah Majene (72,40 Persen), Pasangkayu (68,10 Persen), dan Polewali Mandar (60,70 Persen).
Sementara itu, Mamasa menjadi kabupaten dengan capaian terendah, yakni 19,30 Persen, sehingga membutuhkan penguatan intensif dalam penemuan aktif (active case finding).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa penemuan kasus merupakan kunci utama dalam percepatan eliminasi TBC.
“TBC hanya bisa dikendalikan jika seluruh kasusnya ditemukan dan diobati sampai tuntas. Semakin cepat ditemukan, semakin kecil risiko penularan di masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong kabupaten untuk memperkuat kegiatan skrining, investigasi kontak, serta pemanfaatan jejaring laboratorium,” kata dr. Nursyamsi, Senin 17 November 2025.
- Penulis: Ekspos Sulbar
