DKPPKB Sulbar Catat Capaian Positif Program Kusta dan Frambusia 2025, Perkuat Pencegahan untuk SDM Unggul
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Di sisi lain, Program Frambusia menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak empat kabupaten berhasil meraih sertifikasi eradikasi frambusia, melampaui target awal yang hanya menetapkan dua kabupaten bebas frambusia.
Hasil skrining lapangan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di sekolah dan desa juga menunjukkan tidak ditemukan kasus positif. Capaian ini memperkuat posisi Sulawesi Barat dalam upaya eliminasi penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs).
Namun demikian, evaluasi mencatat kendala pada sistem pelaporan online di Kabupaten Mamasa yang baru mencapai 27,8 persen, dibanding kabupaten lain yang telah berada pada kisaran 95–100 persen. Penguatan sistem pelaporan berbasis digital menjadi prioritas pembenahan pada tahun mendatang.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian penyakit merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah.
“Keberhasilan pengendalian kusta dan frambusia bukan sekadar angka statistik, tetapi tentang menjaga kualitas hidup masyarakat serta mencegah disabilitas sejak dini. Ini bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ke depan, DKPPKB Sulbar akan terus memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, peningkatan kualitas tata laksana kasus, serta optimalisasi sistem pelaporan. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, Sulawesi Barat optimistis target eliminasi penyakit menular tropis dapat tercapai secara berkelanjutan. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
