Gubernur Suhardi Kenang Sukardy M Noer: Sosok Peredam Konflik
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Sulbar Suhardi Duka menghadiri Tahlilan, Baca Pura, Doa dan Buka Puasa Bersama mengenang wafatnya alm Sukardy M. Noer, MM Bin A. Syafar Nur Tammauni di Aula Masjid Raya Suada, Mamuju, Senin 2 Maret 2026.
“Di Makassar tidak ada kegiatan sosial dan keagamaan tanpa kehadiran Almarhum. Apakah itu kematian, perkawinan. Apa saja pokoknya pasti ada Pak Sukardy, begitu pedulinya beliau,” kenang SDK.
Yang paling diingat SDK adalah sikap politik Sukardy. Ia tidak ingin terseret dalam pusaran konflik.
“Sehingga dengan demikian dia selalu berada di tengah. Orang konflik, dia pasti ada ditengah. Dia tidak ingin membesarkan konflik, tapi selalu ingin meredamkan konflik dan meniadakan konflik,” ucapnya.
SDK juga mengaku tak pernah mendengar Sukardy berselisih dengan orang lain. Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
“Saya tahu juga bahwa ketekunan agama almarhum sangat kuat dan sebagaimana dikatakan tadi, tidak pernah saya dengar Pak Sukardy clash dengan orang lain,” ungkapnya.
Bagi SDK, sikap itulah yang paling membekas. Di tengah dinamika sosial-politik, almarhum Sukardy memilih menjadi penyejuk, teduh di tengah perbedaan. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
