Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Negara Dalam Cengkeraman Kekuasaan Prabowo

Negara Dalam Cengkeraman Kekuasaan Prabowo

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Dalam perspektif hukum keuangan negara, setiap rupiah yang tidak memberikan manfaat nyata dapat dikualifikasikan sebagai pemborosan yang berpotensi merugikan negara. Jika dilakukan secara sistematis, maka ini bukan lagi kesalahan administratif melainkan pintu masuk tindak pidana.

Belum lagi kemunculan entitas seperti Danantara, yang kabur dalam fungsi, kewenangan, dan mekanisme pengawasannya. Lembaga yang mengelola uang publik tanpa transparansi adalah anomali dalam negara hukum.

Jika tidak ada kontrol, maka ada potensi kejahatan. Fakta bahwa bahkan kementerian dan DPR tidak sepenuhnya mengetahui detail pengadaan dalam sejumlah program menunjukkan adanya bypass terhadap sistem pengawasan negara. Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur. Ini adalah indikasi penyalahgunaan kekuasaan.

Di saat yang sama, ancaman krisis energi global akibat konflik Iran mulai menghantui. Gangguan distribusi minyak dunia, terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, berpotensi menekan pasokan dan menaikkan harga energi secara signifikan.

Kenaikan harga minyak bahkan dapat membebani APBN secara serius, karena setiap kenaikan harga minyak global akan meningkatkan belanja negara jauh lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh.

Artinya: negara sedang menghadapi potensi tekanan fiskal dan krisis energi, tetapi di saat yang sama justru menghamburkan anggaran pada program yang tidak jelas akuntabilitasnya. Ini bukan sekadar salah prioritas. Ini adalah kelalaian yang bisa berujung tanggung jawab hukum.

Dalam doktrin hukum, Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan adalah pihak yang bertanggung jawab tertinggi atas seluruh kebijakan dan penggunaan anggaran negara, apalagi dia sangat negotot melanjutkan ditengah gelombamg kritikan. Tidak ada ruang untuk bersembunyi di balik bawahan. Tidak ada alasan untuk lepas tangan.

Jika ada penyimpangan, maka tanggung jawab itu naik ke atas (Presiden). Karena itu, tuntutan ini harus ditegaskan:
seluruh program dan lembaga bermasalah MBG, KOPDES, KNMP, BGN, Agrinas, hingga entitas seperti Danantara harus diaudit secara menyeluruh.

Dan jika ditemukan unsur penyalahgunaan kewenangan atau potensi kerugian negara, maka seluruh pihak yang terlibat harus diproses hukum termasuk Presiden sebagai penanggung jawab tertinggi.

Tidak boleh ada kekebalan. Tidak boleh ada kompromi. Negara ini berdiri di atas hukum, bukan di bawah kekuasaan. Jika hukum berhenti pada Presiden, maka Indonesia bukan lagi negara hukum.
Ia telah berubah menjadi negara kekuasaan.

Dan sejarah selalu mencatat: ketika kekuasaan tidak lagi bisa disentuh hukum, maka kehancuran tinggal menunggu waktu. (*)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Sulbar Koordinasi dengan PLN Sulselrabar Siapkan Bantuan Listrik untuk Keluarga Tidak Mampu

    ESDM Sulbar Koordinasi dengan PLN Sulselrabar Siapkan Bantuan Listrik untuk Keluarga Tidak Mampu

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Dalam kesempatan tersebut, Marwazi Abdullah diterima langsung oleh Bapak Gandi, Manager Pelayanan Pelanggan, dan Bapak Zaki, Manager Pemasaran PLN Wilayah SULSELRABAR. Program Bantuan Penyambungan Listrik Rumah Tangga Miskin (LHM) ini merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Salim S Mengga, yang termuat dalam visi-misi Pancadaya, khususnya pada agenda […]

  • Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah

    Bey Machmudin: Jangan Ada Perundungan Kegiatan Orientasi Sekolah

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengimbau kepada pengelola sekolah agar tidak ada kekerasan saat melaksanakan kegiatan orientasi (pengenalan) siswa baru. “Sesuai aturan, jangan ada kekerasan. Orientasi itu lebih kepada pengenalan dan semangat karena sekolah baru. Tidak boleh ada kekerasan,” ungkap Bey Machmudin di Kota Bandung, Jumat (12/7/2024). Ia menentang keras perundungan […]

  • Briptu Ari Indra Jaya Lumpuhkan ODGJ Mengamuk di Wonomulyo, Sebabkan Satu Warga Meninggal Dunia

    Briptu Ari Indra Jaya Lumpuhkan ODGJ Mengamuk di Wonomulyo, Sebabkan Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Chamar
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Dengan tangan kosong, Briptu Ari berhasil melumpuhkan ODGJ tersebut. Ia merebut parang dari tangan pelaku, menjatuhkannya, dan segera menelungkupkan pelaku ke tanah. Setelah berhasil mengamankan pelaku, Briptu Ari dengan sigap meminta bantuan warga untuk mengikat pelaku agar tidak kembali mengamuk. Tindakan cepat dan berani Briptu Ari Indra Jaya patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Keberaniannya berhasil menghentikan […]

  • Wagub Sulbar Maksimalkan Komunikasi ke Sejumlah Kementerian, Pastikan Program Daerah Tetap Jalan di Tengah Efisiensi Anggaran

    Wagub Sulbar Maksimalkan Komunikasi ke Sejumlah Kementerian, Pastikan Program Daerah Tetap Jalan di Tengah Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Menurutnya, tekanan fiskal pasca efisiensi anggaran menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Komunikasi langsung dengan pemerintah pusat menjadi strategi penting untuk memastikan dukungan terhadap keberlanjutan program pembangunan di daerah. “Di tengah efisiensi anggaran, kita tidak boleh pasif. Justru ini saatnya memperkuat jaringan dan mencari solusi bersama agar pembangunan tetap berjalan,” tegasnya. […]

  • Diskes Sulbar Investigasi Cepat Kasus Dugaan Keracunan Pangan MBG di Mamuju

    Diskes Sulbar Investigasi Cepat Kasus Dugaan Keracunan Pangan MBG di Mamuju

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pengambilan sampel makanan telah dilakukan di Bank Sampel SPPG Sinyonyoi pada Rabu (22/10) oleh BPOM Mamuju untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar penentuan sumber pasti penyebab keracunan. Lanjut, Nursyamsi menegaskan bahwa evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh SPPG akan diperkuat. Setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG diharapkan lebih disiplin dalam menjaga […]

  • Sekda Sulbar Launching Pos Penimbangan “Maju Sejahtera”: Dorong Akselerasi Penanganan Stunting Lewat Pelayanan Posyandu di Lingkup Pemprov

    Sekda Sulbar Launching Pos Penimbangan “Maju Sejahtera”: Dorong Akselerasi Penanganan Stunting Lewat Pelayanan Posyandu di Lingkup Pemprov

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 156
    • 0Komentar

    “Posyandu tidak boleh menjadi kegiatan formalitas. Orang tua harus tahu status anaknya. Tadi bagus, ada edukasi yang menjelaskan bahwa anak berisiko, berat badannya hampir di bawah normal, dan apa yang harus dilakukan,” tegas Junda. Ia berharap model pelayanan seperti ini direplikasi ke kantor-kantor pemerintah, termasuk di instansi vertikal maupun kabupaten. Sekda juga mendorong pengembangan layanan […]

expand_less