Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Negara Dalam Cengkeraman Kekuasaan Prabowo

Negara Dalam Cengkeraman Kekuasaan Prabowo

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Sen, 30 Mar 2026

Oleh: Hasri Jack (Praktisi Hukum)

DALAM negara hukum, kekuasaan bukanlah tameng. Ia justru objek yang harus diawasi, dibatasi, dan jika menyimpang diadili.

Apa yang sedang terjadi hari ini menunjukkan satu gejala berbahaya: kekuasaan berjalan tanpa kendali, tanpa transparansi, dan tanpa akuntabilitas yang memadai. Program-program negara digelontorkan dengan anggaran besar, tetapi mekanisme pengawasan dilemahkan, proses pengadaan tidak terbuka, dan publik tidak diberi ruang untuk menguji.

Ini bukan lagi sekadar persoalan kebijakan. Ini adalah dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan keuangan negara.

Dalam rezim hukum tindak pidana korupsi, penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan keuangan negara adalah delik. Artinya, tidak perlu menunggu kerugian itu selesai terjadi cukup ada indikasi penyimpangan dalam prosesnya, maka hukum wajib bekerja.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi titik krusial. Anggaran triliunan rupiah dihabiskan untuk program konsumtif harian, tanpa transparansi yang layak, tanpa indikator keberhasilan yang terukur, dan tanpa jaminan dampak jangka panjang.

Ini bukan sekadar kebijakan lemah.
Ini berpotensi menjadi konstruksi sistemik pemborosan anggaran yang membuka ruang korupsi berjamaah.

Jika mekanisme pengadaan tidak terbuka, jika distribusi anggaran tidak bisa diaudit publik secara real time, maka seluruh rantai kebijakan ini layak diseret ke dalam proses hukum.

Hal yang sama terjadi pada skema Koperasi Desa Merah Putih bersama Agrinas. Program yang dipaksakan secara top-down, seragam, dan terpusat ini bertentangan dengan prinsip hukum koperasi sebagai gerakan rakyat. Ketika negara memaksakan struktur ekonomi tanpa partisipasi, lalu mengalirkan anggaran tanpa kontrol, maka itu bukan pemberdayaan itu adalah potensi penyimpangan anggaran yang terorganisir.

Program ini bukan hanya keliru secara konsep. Ia berpotensi bermasalah secara hukum.

Di sektor pesisir, Kampung Nelayan Merah Putih kembali menunjukkan pola klasik: proyek besar, anggaran besar, dampak kecil. Yang dibangun adalah simbol, bukan solusi.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dedikasi Tanpa Henti, Tiga ASN Sulbar Terima Satyalancana di Hardiknas 2026

    Dedikasi Tanpa Henti, Tiga ASN Sulbar Terima Satyalancana di Hardiknas 2026

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 223
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (2/5/2026). Pada kesempatan itu, ia juga menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada tiga aparatur sipil negara (ASN) atas dedikasi mereka di bidang pendidikan. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta […]

  • gerakan pangan murah

    Pemprov Sulbar Kembali Laksanakan Gerakan Pangan Murah, Layani Masyarakat

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 187
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Pemprov Sulbar melalui Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di depan kantor Gubernur, Rabu (8/10/2025). Kepala Distapang Sulbar, Abd Waris Bestari mengatakan, gerakan pangan murah akan rutin dilaksanakan setiap minggunya. “Kita laksanakan dalam kota maupun di pinggir kota Mamuju dan juga gencar dilaksanakan setiap kabupaten,” […]

  • Harsinah Suhardi Dorong TP PKK Mamuju Aktif Turun ke Lapangan Cegah Stunting

    Harsinah Suhardi Dorong TP PKK Mamuju Aktif Turun ke Lapangan Cegah Stunting

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 281
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat, Harsinah Suhardi, resmi melantik dr. Sulfia Suhardi sebagai Ketua TP PKK, Ketua Pembina Posyandu, sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Mamuju masa jabatan 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju, Jumat 22 Agustus 2025. Istri Gubernur Sulbar, Suhardi […]

  • Suhardi Duka Komitmen akan Menjadikan Majene Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan SDM Unggul

    Suhardi Duka Komitmen akan Menjadikan Majene Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan SDM Unggul

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Majene (ekspossulbar.co.id) – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Majene sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal itu ia sampaikan di hadapan masyarakat usai Salat Subuh di Masjid Raya Raudhatul Abidin, Kabupatrn Majene, Sabtu 1 Maret 2025. Dalam perjalanannya dari Makassar menuju Mamuju, Ibukota Sulbar, Suhardi Duka […]

  • Gubernur Sulbar Usulkan Sistem TPP Berbasis Komunal untuk Tingkatkan Kinerja

    Gubernur Sulbar Usulkan Sistem TPP Berbasis Komunal untuk Tingkatkan Kinerja

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 254
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) melontarkan usulan baru soal sistem pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Nantinya, TPP tak lagi dihitung berdasarkan kinerja individu, tapi akan berbasis komunal alias dilihat dari performa satu SKPD secara menyeluruh. “Ide saya juga mungkin saya akan merubah sistem pembayaran TPP, bukan lagi dihitung secara individu kinerja seseorang, […]

  • Pemkab Pasangkayu Matangkan Persiapan MTQ ke VIII

    Pemkab Pasangkayu Matangkan Persiapan MTQ ke VIII

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 345
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Pemkab Pasangkayu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke VIII tingkat Kabupaten. Salah satunya terlihat melalui rapat pemantapan pelaksanaan MTQ ke VIII yang dipimpin langsung oleh Asisten I Abdul Wahid, Kamis 13 Februari. Rapat pematantapan ini dihadiri oleh seluruh stakeholder. Ada beberapa poin penting yang menjadi pembahasan, yakni kesiapan lokasi pelaksanaan MTQ, […]

expand_less