Tanggap Darurat Serangan Ulat Grayak, DTPHP Sulbar Laksanakan Gerdal OPT pada Lahan Bawang Merah di Polman
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026
- comment 0 komentar

Hal ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulbar.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (P2OPT), Roswati Jusuf mengatakan bahwa Gerdal OPT Spodoptera ini merupakan strategi pengendalian dini dengan menyemprot serempak di area yang terserang untuk mencegah hama menyebar ke area lain.
Disampaikan, dalam satu minggu setelah Gerdal OPT ini dilaksanakan, akan dilakukan pemantauan secara langsung bersama POPT wilayah Kecamatan Balanipa dan Kecamatan Campalagian serta mengevaluasi dan mengidentifikasi pertanaman yang telah dikendalikan.
Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium, Ritje Rombe turut menerangkan bahwa Gerdal OPT menggunakan insektisida merupakan salah satu upaya yang dilakukan ketika serangan telah berada di ambang ekonomi, yakni intensitas serangan OPT telah mencapai nilai tertentu yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
“Aplikasi insektisida berbahan aktif Dimehipo 400 g/L merupakan insektisida berbentuk larutan dalam air (SL) yang bekerja sebagai racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama pada tanaman pertanian, namun penggunaan tetap harus dilakukan secara bijak dengan prinsip “tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat dosis” untuk menghindari resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan dampak negatif kesehatan manusia”, jelas Ritje.
Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi berharap agar seluruh stakeholder terkait tetap konsisten memantau perkembangan serangan OPT.
“Ini sangat penting agar pengendalian benar-benar efektif dan tepat sasaran”, tegas Hamdani. (rls/*)
- Penulis: Ekspos Sulbar
