Dispoparekraf Sulbar Gelar Fashion Show di Landscape Mamuju hingga Bundaran Maleo
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Ming, 19 Apr 2026
- comment 0 komentar

“Konsep ini menjadi implementasi dari harapan besar kami untuk dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan jangkauan promosi budaya daerah secara efektif, sistematis, dan inklusif,” ujarnya.
Ia menambakan, optimalisasi ruang publik sebagai wahana promosi diharapkan mampu mempertemukan masyarakat dengan pelaku wastra secara langsung.
Hal tersebut juga mempertegas posisi Sulbar sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang kuat dan berdaya saing dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Pemanfaatan ruang publik sebagai media promosi merupakan langkah strategis untuk mendorong interaksi langsung antara masyarakat dan pelaku wastra, sekaligus memperkuat citra Sulbar sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan memiliki daya saing di sektor ekonomi kreatif,” ungkap Abdi Yansya.
Sebanyak 34 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Para penenun juga mengambil bagian menjadi peraga atas hasil karya mereka sendiri. Dengan balutan kain Sekomandi Kalumpang Mamuju, Sambu Mamasa, dan Saqbe Mandar, para penenun ini nampak sangat antusias di kegiatan Fashion Show tersebut.
Keterlibatan penenun sebagai peraga dinilai memberikan nilai tambah karena menghadirkan langsung pelaku utama dalam proses kreatif wastra.
Busana yang ditampilkan merupakan hasil kreasi Founder Yayasan Oerip Indonesia, Dian Erra Kumalasari, yang mengombinasikan tiga wastra lokal Sulbar dalam satu kesatuan kostum, serta memadukan pakaian khas kulit kayu dari Pasangkayu dengan wastra lokal, sehingga menghasilkan tampilan yang unik, harmonis, dan bernilai inovatif. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
