Cegah Penyebaran Tungro, DTPHP Sulbar Gelar Gerdal OPT pada Tanaman Padi Seluas 2 Hektare di Desa Bonda
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) untuk menekan penyebaran hama wereng hijau dan penyakit tungro pada tanaman padi di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan pengendalian dilakukan secara massal pada lahan padi seluas 2 hektare milik Kelompok Tani Harapan Maju II menggunakan pestisida berbahan aktif buprofesin. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran serangan yang lebih luas pada hamparan pertanaman padi seluas 43 hektare di wilayah tersebut.
Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, mengatakan pengendalian OPT secara cepat dan terpadu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis sektor unggulan daerah, khususnya pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kemandirian pangan.
“Pengendalian harus dilakukan sejak dini agar serangan tidak meluas dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani. Karena itu, sinergi antara petani, penyuluh, POPT, dan seluruh stakeholder pertanian harus terus diperkuat,” tegas Hamdani.
Petugas POPT Kecamatan Papalang bersama anggota kelompok tani dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat terlibat langsung dalam pelaksanaan gerakan pengendalian. Selain penyemprotan, petugas juga memberikan edukasi kepada petani terkait identifikasi gejala serangan tungro dan langkah-langkah pencegahan lanjutan.
- Penulis: Ekspos Sulbar
