Kasus Kesehatan Jiwa Masih Tinggi, Pemprov Sulbar Perkuat Layanan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di tengah masih tingginya kasus kesehatan jiwa di Sulawesi Barat. Penguatan pelayanan kesehatan jiwa dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana di ruang kerja Sekretaris Daerah, Rabu (16/9/2026).
Rapat dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Habibi Azis, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim, serta Dokter Spesialis Jiwa RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Otto Parandangi.
Sekda Sulawesi Barat, Junda Maulana menekankan perlunya memperkuat pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menangani persoalan kesehatan jiwa guna terwujudnya visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
“Kita perlu memperkuat pelaksanaan Germas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa,” ujar Junda.
Menurut Junda, penguatan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara bersama melalui keterlibatan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat.
Dalam rapat tersebut, penguatan pelayanan juga diarahkan pada peningkatan deteksi dini dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa.
Berdasarkan indikator kinerja Program Kesehatan Jiwa DKPPKB Sulawesi Barat, cakupan penduduk yang mendapatkan skrining kesehatan jiwa ditargetkan meningkat dari 15 persen pada 2026 menjadi 30 persen pada 2029. Sementara persentase ODGJ berat yang mendapatkan layanan ditargetkan meningkat dari 73 persen pada 2026 menjadi 85 persen pada 2029.
- Penulis: Ekspos Sulbar

