Suhardi Duka Pidato HUT Sulbar: Fokus Ekonomi, Kemiskinan, dan Pendidikan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sel, 22 Sep 2026

Pemprov juga mendorong penanganan anak tidak sekolah. Suhardi menyebut jumlah ATS yang sebelumnya lebih dari 37 ribu orang pada 2025 berkurang lebih dari 3 ribu setelah sebagian kembali ke sekolah.
Pada sektor ketenagakerjaan, Suhardi menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka Sulbar pada Mei 2026 berada di angka 2,8 persen. Namun, ia menilai tantangan berikutnya adalah memperbesar proporsi pekerjaan formal dan menciptakan pekerjaan yang lebih produktif serta memberikan kehidupan yang lebih baik bagi pekerja.
Untuk itu, Pemprov Sulbar menjalankan program padat karya pada 334 titik pada 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp50,94 miliar yang disebut menyerap sekitar 7.900 tenaga kerja. Pelatihan keterampilan kerja juga disiapkan dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Suhardi juga menyinggung ketimpangan pendapatan. Berdasarkan data yang disampaikannya, Gini Ratio Sulbar pada Maret 2026 berada di angka 0,314, lebih rendah dibanding angka nasional 0,368.
“Sulawesi Barat yang kita cita-citakan bukan hanya Sulawesi Barat yang bertumbuh tinggi. Kita ingin Sulawesi Barat yang pertumbuhannya tinggi dan hasilnya dirasakan oleh semua masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Suhardi turut menyampaikan sejumlah penghargaan yang diterima Pemprov Sulbar sepanjang Februari 2025 hingga September 2026. Penghargaan tersebut antara lain terkait kinerja TPID, digitalisasi daerah, UHC, transformasi sumber daya manusia, penurunan pengangguran, konektivitas digital, reformasi hukum dan implementasi program tiga juta rumah.
Bagi Suhardi, capaian tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses evaluasi, bukan alasan untuk berhenti bekerja.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan Sulbar selama 22 tahun tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari pandemi Covid-19, gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Di tengah berbagai bencana ada hal yang tidak boleh ikut longsor, yaitu semangat kita untuk membangun. Ada harapan yang tidak boleh ikut terbakar bersama hutan dan lahan. Ada tekad yang tidak boleh hanyut bersama banjir, yaitu tekad untuk menyejahterakan rakyat,” ujar Suhardi.
Ia pun mengajak DPRD, pemerintah kabupaten, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pers dan generasi muda untuk memperkuat kerja bersama.
Menurutnya, persoalan pembangunan tidak mengenal batas administrasi. Jalan, pangan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, stunting, lingkungan hingga bencana membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
“Kepada insan pers, teruslah menyampaikan informasi akurat dan menjalankan fungsi kontrol secara independen. Pemerintah harus bersedia mendengar kritik, menjelaskan kebijakan secara terbuka dan memperbaiki kekurangan,” katanya.
Pada bagian akhir amanat, Suhardi menegaskan bahwa pembangunan Sulbar tidak dapat dibebankan hanya kepada gubernur maupun pemerintah provinsi.
“Sulawesi Barat tidak akan maju hanya dengan kerja seorang gubernur. Tidak akan maju hanya dengan kerja pemerintah. Tetapi baru akan maju ketika seluruh masyarakatnya bergerak dalam satu semangat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat meneruskan perjuangan para pendahulu, menjaga capaian yang sudah baik, memperbaiki kekurangan dan mewariskan Sulbar yang lebih maju, adil, tangguh dan sejahtera kepada generasi berikutnya.
“22 tahun kita lewati, masih panjang jalan yang harus kita tempuh, besarnya cita-cita yang harus kita wujudkan. Saya percaya selama kita mau mengabdi, mau berkarya dan mau berjalan bersama, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk Sulawesi Barat,” tutupnya.
Upacara HUT ke-22 Sulbar tersebut dihadiri Gubernur Sulbar periode 2017–2022 Andi Ali Baal Masdar, Konsul Jenderal Australia Sanci Davis, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulbar, Pangdam XXIII/Palakka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parhulutan Sianipar, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Forkopimda, tokoh pejuang pembentukan Sulbar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama rombongan, para bupati dan jajaran Forkopimda kabupaten se-Sulbar, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar

