Pertumbuhan Sulbar 5,27 Persen, Pemprov Bentuk 8 Pokja Kejar Target 8 Persen
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu

“Bank Indonesia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulbar itu berada di kisaran 5,2 hingga 6,2 secara kumulatif. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan kisaran pertumbuhan nasional,” jelas Sofian.
Menurut BI, terdapat empat pengungkit utama yang perlu diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.
Keempat pengungkit tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah agenda yang sejalan dengan kerja delapan Pokja TP2ED. Di antaranya percepatan realisasi APBD, investasi PMA dan PMDN serta kemudahan perizinan, percepatan proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, serta peningkatan output industri manufaktur.
Sementara itu, fungsi sekretariat TP2ED juga diarahkan untuk mendukung koordinasi dan kemudahan penyelesaian berbagai persoalan, termasuk yang berkaitan dengan perizinan.
Salah satu perhatian utama diarahkan pada investasi. Pokja investasi didorong memperluas basis investasi Sulbar agar tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah maupun sektor tertentu. Potensi investasi di wilayah dan sektor lain perlu terus dipetakan dan ditawarkan dengan dukungan infrastruktur serta kepastian proses perizinan.
Pada sektor produksi, peningkatan produktivitas juga perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga. Dengan demikian, peningkatan produksi tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat.
BI juga mendorong tiga agenda besar untuk memperkuat fondasi ekonomi Sulbar.
Pertama, memperkuat sektor unggulan, terutama pertanian, perkebunan, dan perikanan, melalui peningkatan produktivitas serta stabilitas harga komoditas strategis.
Kedua, mempercepat hilirisasi dan memperbaiki konektivitas wilayah melalui penguatan infrastruktur logistik, akses pasar, dan rantai pasok komoditas unggulan. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya tarik investasi.
Ketiga, memperkuat koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan dukungan terhadap UMKM dan sektor informal.
Dengan delapan Pokja tersebut, Pemprov Sulbar ingin memastikan target pertumbuhan ekonomi diterjemahkan menjadi pekerjaan yang konkret: siapa yang bertugas, apa targetnya, hambatan apa yang dihadapi, dan langkah apa yang harus dilakukan. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar

