Muswil DDI Sulawesi Barat, Teguhkan Pengabdian Keumatan dan Akselerasi Kemajuan Organisasi
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 43 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Musyawarah Wilayah (Muswil) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Sulawesi Barat akan dilaksanakan di Asrama Haji Mamuju pada 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi untuk mempertegas kembali komitmen Addariyah dalam melanjutkan pengabdian kepada umat, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan usaha sosial.
Koordinator Pelaksana Tugas Pengurus Wilayah DDI Sulawesi Barat, Dr. Nur Salim Ismail, menegaskan bahwa DDI memiliki modal historis dan kelembagaan yang kuat melalui penyelenggaraan pendidikan serta gerakan dakwah yang telah teruji selama puluhan tahun. Namun, kekuatan tersebut perlu terus dikembangkan agar organisasi mampu menjawab tantangan masa depan.
“DDI selain memiliki lembaga pendidikan serta gerakan dakwah yang telah teruji selama puluhan tahun, juga memiliki tantangan masa depan. Ada perubahan zaman yang berlangsung sedemikian cepat. Hal itu mengharuskan adanya upaya responsif yang relevan dengan apa yang kita hadapi saat ini,” ujar Nur Salim.
Menurutnya, perkembangan zaman menuntut organisasi untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan kapasitas. Muswil menjadi kesempatan strategis untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian, memperkuat konsolidasi internal, serta merumuskan arah pengembangan DDI agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan organisasi, lanjutnya, perlu diarahkan pada akselerasi kemajuan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola kelembagaan, pembaruan strategi dakwah, serta pengembangan usaha sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tradisi keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan para pendiri tetap menjadi fondasi, sementara inovasi dan pembaruan menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika kehidupan kontemporer.
## Berakar dari Masyarakat, Bertumbuh Melalui Pengabdian
Darud Da’wah wal Irsyad lahir pada 11 Januari 1938 M atau 20 Dzulqaidah 1357 H, dengan Anregurutta Haji Abdurrahman Ambo Dalle sebagai tokoh sentral dalam pendiriannya. Dalam perjalanan sejarahnya, DDI memiliki karakter pertumbuhan yang khas karena berkembang dari akar rumput masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, sebelum meluas ke berbagai kawasan perkotaan dan daerah lainnya.
Pedesaan menjadi salah satu basis historis terkuat DDI. Dari lingkungan masyarakat inilah tumbuh berbagai aktivitas pendidikan, dakwah, dan pembinaan keagamaan yang kemudian berkembang menjadi jaringan kelembagaan yang luas. Jejak pengabdian DDI dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan daerah-daerah lainnya.
Karakter pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan DDI tidak hanya bertumpu pada struktur organisasi, tetapi juga pada kedekatannya dengan masyarakat. Tradisi pengabdian yang tumbuh dari desa menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan memperluas manfaatnya bagi umat.
Di Sulawesi Barat, kiprah DDI tercermin melalui keberadaan ratusan lembaga pendidikan yang mencakup pondok pesantren, perguruan tinggi, madrasah aliyah, madrasah tsanawiyah, madrasah ibtidaiyah, hingga raudhatul athfal. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dari kontribusi DDI dalam pengembangan pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, serta penguatan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
- Penulis: Ekspos Sulbar

