Tingkatkan Kesiapsiagaan Dampak Kekeringan dan Karhutla, BPBD Sulbar Distribusikan Air Bersih, Pantau Titik Panas serta Status Kualitas Udara
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 31 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana terkait penanganan dampak musim kemarau, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menginstruksikan personil Tim I Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla BPBD Sulbar untuk siaga melayani masyarakat serta melakukan pemantauan kondisi wilayah secara real-time.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat mengoptimalkan layanan penanganan bencana kekeringan melalui pendistribusian air bersih serta pemantauan intensif titik panas (hotspot), kualitas udara (PM2.5), dan kejadian Karhutla di wilayah Sulawesi Barat.
Pelayanan distribusi air bersih dilaksanakan di Batu Pannu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Sementara kejadian Karhutla terpantau di Desa Lampoko (Kecamatan Campalagian) dan Desa Rappang (Kecamatan Tapango), Kabupaten Polewali Mandar.
“Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi kekeringan akibat kemarau, mencegah meluasnya dampak Karhutla, serta meminimalkan ancaman kesehatan masyarakat dari paparan kualitas udara yang buruk,” kata Muhammad Yasir Fattah, Kamis (22/10/2026).
BPBD Sulbar mengerahkan armada mobil tangki air untuk menyalurkan 5.000 liter air bersih, memanfaatkan sistem pemantauan data satelit BMKG/IQAir, serta mengkoordinasikan pemadaman Karhutla di lokasi terdampak.
Rincian Laporan Situasi (21–22 Oktober 2026):
- Penanganan Kekeringan & Air Bersih:
- Penulis: Ekspos Sulbar

