Hadiri 100 Tahun IMTK, Wapres Apresiasi Masyarakat Kalumpang Jaga Keimanan, Budaya, dan Pelestarian Alam
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu

“Jangan sampai anak-anak muda mengenal kain Sekomandi hanya dari foto, tanpa pernah memiliki kebanggaan menggunakannya. Mengetahui bahasa Kalumpang hanya dari catatan, tanpa pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Wapres.
Lebih lanjut, Wapres menegaskan pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Ia berharap kerukunan yang telah terbangun di Tanah Kalumpang terus terjaga melalui sikap saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan.
“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling curiga. Justru di tengah perbedaan itu kedewasaan kita diuji,” ungkapnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Wapres mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai kabar bohong yang dapat mengganggu persaudaraan.
“Jangan biarkan satu kabar bohong atau satu ujaran kebencian meretakkan rumah persaudaraan yang telah dibangun oleh para leluhur kita,” pesannya.
Melalui peringatan satu abad IMTK ini, Wapres mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan iman yang telah dilalui sekaligus menyambut abad berikutnya dengan terus menjaga keimanan, merawat budaya, dan melestarikan alam. Ia berharap perayaan ini membawa semangat baru bagi seluruh keluarga besar GKSB dan masyarakat Kalumpang.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, usai menyampaikan sambutan, Wapres menandatangani prasasti peresmian Monumen 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon mangga sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kehadiran Wapres dalam perayaan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja untuk mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat, mempererat kerukunan, serta memastikan program pemerintah dapat menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar

