Bawaslu Bersama Pemkab Pasangkayu Canangkan Desa Anti Politik Uang

ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Pemkab Pasangkayu melakukan pencanangan Desa Anti Politik Uang dan Politisasi SARA. Bertempat di Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu, Selasa 19 Februari.

Pertemuan yang berlangsung di Bantaya ( rumah adat masyarakat Pakawa.red) ini, dihadiri oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Ketua Bawaslu Sulawesi Barat (Sulbar) Sulfan Sulo, jajaran komisioner Bawaslu Pasangkayu, unsur perwakilan Forkopimda, Kepala Desa Pakawa, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, dan ratusan masyarakat Pakawa.

Pada kesempatan itu Bupati Agus bersama seluruh peserta yang hadir berdeklarasi menolak politik uang dan politisasi SARA, dan menolak hoax. Setelah berdeklarsi mereka masing-masing membubuhkan tanda tangan di bentangan spanduk kosong yang telah disediakan oleh Bawaslu. Tidak hanya tanda tangan tapi juga cap jempol lima jari.

BACA JUGA:  DLH Sulbar Respons Cepat Imbauan Menteri LHK, Siap Wujudkan TPA Bebas Sampah Nonresidu

Sebagai penanggung jawab kesuksesan Pemilu di Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa mengaku amat mengapresiasi adanya pencanangan tersebut. Kata dia, dimulai dari Desa Pakawa selanjutnya akan menyebar ke seluruh pelosok Pasangkayu.

Ia sepakat, politik uang mesti benar-benar dihilangkan pada Pemilu nanti, sebab bisa menciderai proses demokrasi. Juga akan melahirkan pemimpin yang tidak komponten dan tidak amanah.

BACA JUGA:  Gubernur Sulbar Dorong Penyelesaian Konflik Tapalang Lewat Musyawarah Adat

“ Kenapa dipilih Desa Pakawa, karena kami meyakini masyarakat Pakawa adalah masyarakat yang memiliki komitmen, masyarakat yang berbudaya, yang jujur, beretika dan senantiasa menjaga harga diri. Sehingga dari desa ini diharapkan lahir proses Pemilu yang jujur dan adil. Bebas politik uang dan politisasi SARA” ungkapnya.

Bupati dua periode itu juga menyerukan, agar memilih pemimpin berdasarkan visi misi dan rekam jejaknya. Tidak berdasarkan suku agama dan golongan tertentu, yang bisa memicu konflik sosial ditengah masyarakat.