DKPPKB Sulbar Siapkan Dukungan Kesehatan untuk MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 29 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat dukungan sektor kesehatan dalam persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Barat. Dukungan tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Finalisasi Pelaksanaan MPLS yang berlangsung di Aula Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Jalan TVRI Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (31/8/2026).
Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, bersama sejumlah OPD dan instansi terkait. Dari DKPPKB Sulbar hadir Sekretaris Dinas, pengelola program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pengelola Promosi Kesehatan.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan operasional Sekolah Rakyat, termasuk kesiapan 450 siswa, kepala sekolah, guru, wali asuh, kebutuhan dasar siswa, serta sarana dan prasarana pendukung di lingkungan sekolah dan asrama.
Aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian penting. Selain memastikan lingkungan sekolah dan asrama memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, makanan, dan tempat tidur, sektor kesehatan juga akan berperan dalam memberikan edukasi promotif dan preventif kepada para siswa.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh OPD agar seluruh kebutuhan Sekolah Rakyat dapat dipersiapkan secara optimal.
Menurutnya, kesiapan sekolah bukan hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan peserta didik.
Dalam rapat tersebut turut dibahas dukungan program kesehatan, termasuk edukasi terkait rehabilitasi Napza, HIV, perilaku hidup sehat, serta pencegahan perilaku berisiko pada anak dan remaja.
Salah satu perhatian yang mendapat penekanan adalah pencegahan kebiasaan merokok pada anak dan remaja. Edukasi sejak awal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak rokok serta mendorong mereka menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
- Penulis: Ekspos Sulbar

