“ Festival ini mengangkat kearifan lokal dan menghidupkan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dulu kalau ada acara peminangan itu memakai gerobak. Jadi dahulu kalau memiliki gerobak, kita sudah bisa bangga. Demikian juga dengan perahu katinting bagi para nelayan”terang Agus Ambo Djiwa.
Sementara, dari sektor wisata, pantai Koa-Koa sendiri merupakan salah satu pantai terindah yang ada di Pasangkayu. Bentangan garis pantai yang panjang dan luas. Ditambah tumbuhan pepohanan yang masih sangat asri disana.
Tidak hanya itu, pantai Koa-Koa juga menawarkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Perairan yang dangkal hingga beberapa kilometer kedalam wilayah laut, dengan hamparan terumbu karang yang indah. Berbagai biota lautpun hidup didalamnya. Sangat pas bagi penghobi snorkeling.
Olehnya Agus Ambo Djiwa berharap pelaksanaan Festival Kayumaloa tahun mendatang bisa dibuat lebih meriah, agar gema gelarang tersebut bisa terdengar hingga ketingkat nasional.
“ Suasana tradisional yang ada digelaran ini bisa diperkental, sehingga benar-benar mencerminkan budaya tradisi yang hidup di Pasangkayu. Saya juga berharap tahun mendatang partisipasi masyarakat bisa lebih ditingkatkan lagi” imbuhnya. (has)