” Ke tiga, alasan hadirnya kartu Smart adalah sebagai bentuk kemudahan pelayanan birokrasi” sebutnya.
Terkait dengan debat kedua, paslon yang terkenal dengan tagline ‘baju putih-jilbab merah’ itu menyampaikan, bahwa bangsa saat ini tengah menghadapi 3 ancaman besar, pertama persoalan korupsi yang sudah merajalela, kedua pemahaman radikalisme yang mengancam eksistensi bangsa dan Republik Indonesia, ketiga ancaman yang sangat serius adalah peredaran dan pemakaian narkoba yang sudah tidak terkendali.
Oleh karena itu pasangan YES Smart hadir untuk memberikan solusi, sejalan dengan tema debat yang diangkat. Melakukan 3 hal yang sangat strategis melalui pembenahan birokrasi agar tetap bersih, melayani dan profesional dengan 3 cara yaitu, membentuk dan mengembangkan aparatur sipil negara yang profesional, mempercepat dan mengembangkan organisasi dan manajemen yang profesional dengan kelembagaan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan yang ditunjang dengan suasana kerja kondusif dan representativ.
” Ke tiga, memanfaatkan teknologi terkini melalui pengembangan dan percepatan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) serta digitalisasi birokrasi pemerintahan daerah mulai dari perencanaan elektronik atau e -planning , perencanaan penganggaran atau e-budgeting, perencanaan pengadaan barang dan jasa serta pelaporan yang juga berbasis elektronik atau re-eporting” urainya
Ditambahkanya, pesan ke 3 Yes Smart yang tak kalah pentingnya di tengah suasana pandemi Covid 19 yaitu ingat 3 pesan Ibu yaitu itu menjaga jarak memakai masker dan mencuci tangan.
” Paling penting dan paling utama pesan Yes Smart adalah tanggal 9 Desember 2020 Ajak saudara-saudara kita ajak sahabat-sahabat kita tetangga kita untuk berbondong-bondong dengan gembira datang ke TPS mencoblos nomor 3 sehingga kemenangan Yes Smart akan menjadi sempurna karena kehadiran kita semua di TPS dengan mencoblos baju putih jilbab merah nomor 3″ pungkasnya.(has)