Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Asran Masdy, menyatakan bahwa sektor kesehatan sangat berkepentingan dengan kebijakan fiskal yang kuat dan stabil.
“Peningkatan kinerja ekonomi daerah melalui perbankan dan investasi keuangan daerah tentu berdampak langsung terhadap ketersediaan anggaran untuk program-program kesehatan. Dinas Kesehatan sangat mendukung langkah ini sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang terintegrasi,” ujar Asran usai mengikuti rapat.
Langkah penyertaan modal daerah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Provinsi Sulawesi Barat sebagai pemegang saham dalam Bank Sulselbar, serta meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor dividen. Selain itu, penguatan Bank Sulselbar juga dinilai akan mendukung layanan perbankan yang lebih menjangkau hingga ke pelosok desa, termasuk dalam mendukung transaksi digital dan keuangan daerah.
Dengan semangat Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, Pemerintah Provinsi terus mendorong penguatan fondasi ekonomi, sosial, dan pelayanan publik yang berkelanjutan. (Rls)