Perkuat Sektor Unggulan dan Dorong Inklusi Ekonomi, BI Paparkan Strategi Pertumbuhan Sulbar di Retret Pemprov

“Potensi komoditas unggulan lainnya seperti kakao dan kopi juga sangat besar, terutama karena hampir seluruh produksinya berasal dari perkebunan rakyat, yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan,” ujarnya.

Bank Indonesia, lanjut Eka, terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulbar melalui berbagai strategi:

  • Pengembangan UMKM, termasuk klaster pangan strategis dan UMKM ekspor, dengan pendekatan pull and push strategy.
  • Peningkatan akses keuangan, melalui pelatihan pencatatan keuangan, database UMKM layak dibiayai, dan business matching.
  • Penguatan ekonomi dan keuangan syariah, dengan tiga pilar: produk halal, literasi syariah, dan keuangan syariah.
  • Perluasan merchant QRIS, yang kini mencapai 85.170 merchant tersebar di seluruh kabupaten di Sulbar, mayoritas dari sektor usaha mikro.
BACA JUGA:  Manakarra Fair Masuk 10 Nominasi Terbaik di Anugerah Pesona Indonesia Award 2025

“Digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan sektor riil kami pandang sebagai katalisator utama dalam membangun ekonomi Sulbar yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Eka Putra Budi Nugroho.

Sinergi untuk Sulbar yang Lebih Kuat

Menutup paparannya, Eka menekankan pentingnya sinergi antara BI, pemerintah daerah, lembaga vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

BACA JUGA:  Quick Wins Sulbar Berdaya: Sinergi OPD dan UMKM Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis daerah dalam mewujudkan Sulbar yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya. (Rls)