Menanggapi hal itu, Gubernur Sulbar menilai perlunya perbaikan tata ruang di sejumlah wilayah Sulbar yang tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung.
“Saya akan lakukan. Karena memang tata kelola kehutanan di Indonesia ini masih kacau balau. Ada sertifikat tiba-tiba kewasan. Ini yang menjadi tidak ada kepastian. Saya akan upayakan perbaikan tata ruang di Sulbar agar jelas dan adil,” tegasnya.
Selain itu, Suhardi juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan jemaat dengan menjanjikan satu unit ambulans untuk GTM Bukit Zaitun pada tahun 2026.
Ia meminta ketua Majelis GTM Bukit Zaitun, Yakub F Solon yang juga merupakan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemprov Sulbar untuk menindaklanjuti bantuan tersebut ke Penatausahaan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra).
“Karena ambulans penting bagi gereja. Jangan sampai ada jemaatnya yang sakit dan lain-lain sebagainya. Tapi kesulitan mendapatkan ambulans.
Jadi kalau ambulance (sendiri) itu lebih bagus,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah dari jemaat GTM bukit Zaitun. (Rls)