EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAKASSAR — Penanganan sampah, terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang menjadi salah satu fokus perhatian Pemkot Makassar. Hal itu berkaitan upaya pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Di hadapan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno saat berkunjung ke Balai Kota Makassar, Kamis (28/8/2025), Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menuturkan, TPA Antang saat ini menampung timbunan sampah yang sudah berlangsung puluhan tahun dengan luas area sekitar 19 hektare dan ketinggian mencapai 16–17 meter.
“Risikonya bisa berbahaya, bahkan sewaktu-waktu bisa meledak. Karena itu, kami sedang mencari teknologi yang tepat agar persoalan ini bisa diselesaikan secara tuntas,” tutur Munafri.
Ia menegaskan, Pemkot Makassar tengah melakukan sejumlah upaya penanganan persampahan. Termasuk optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), pemanfaatan bank sampah, hingga mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“TPS 3R dari pemerintah pusat sudah diserahkan ke kita, tapi kondisinya masih harus dimaksimalkan kembali. Dengan adanya bank sampah, kita coba kelola lebih maksimal agar sampah bisa dipilah dan diolah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.
Munafri juga mengungkapkan strategi kolaboratif dengan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kelompok masyarakat, bahkan partai politik untuk ikut terjun langsung membina warga di tingkat RT.
“Contohnya SKPD besar seperti Dinas PU bisa membina minimal dua RT. Partai politik juga bisa ikut membina. Jadi semua pihak bisa berkolaborasi menangani persoalan sampah,”jelasnya.
Pemkot Makassar juga tengah menunggu kepastian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam pengelolaan sampah perkotaan.
“Kami tidak menolak pembangunan PSEL, malah konsentrasi penuh agar bisa segera terwujud. Kami berharap pengolahan sampah berjalan lancar sehingga hanya residu yang masuk ke TPA,” terangnya.