Dia menyebut, sekitar 40 persen aktivitas generasi Z dan milenial kini sudah terkoneksi dengan internet. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang bukan hanya fokus pada teknologi, tetapi juga menumbuhkan nilai nasionalisme, kebinekaan, hingga penanaman nilai-nilai budaya.
Hal itu dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua, guru, institusi pendidikan hingga komunitas, untuk bersama-sama membangun membangun kesadaran digital. Seperti Senter KIM yang sedang dilaksanakan di enam kabupaten.
Terakhir, Legislator Partai Demokrat ini pun mengapresiasi keaktifan peserta dalam kegiatan Senter KIM.
“Kita berharap program ini dapat terus berlajut dan kembali diadakan di Mamasa dengan melibatkan berbagai latar profesi. Ini penting untuk menambah literasi digital,” ungkapnya. (Rls)