Penemuan Kasus TBC di Sulawesi Barat Capai 64,30 Persen, Dinkes Dorong Akselerasi Eliminasi TBC 2030
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan TBC, termasuk dukungan pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, kader, dan organisasi masyarakat.
“Transformasi layanan primer dan digitalisasi melalui aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) turut menjadi penguat dalam memastikan data kasus tercatat dan tertangani secara akurat,” ucapnya.
Selain upaya teknis, edukasi masyarakat juga terus diperluas. TBC dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat dan teratur, sehingga masyarakat diimbau segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.
Sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, serta agenda nasional Eliminasi TBC tahun 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat memastikan komitmennya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, akses pengobatan, dan mengurangi stigma terhadap pasien TBC.
“Tujuan kita jelas, tidak boleh ada satu pun pasien TBC yang tidak ditemukan atau tidak mendapatkan pengobatan. Dengan kerja bersama, kita bisa mengakhiri TBC di Sulawesi Barat,” tegas dr. Nursyamsi. (rls/*)
- Penulis: Ekspos Sulbar
