Hadapi Nataru, Gubernur Sulbar Perintahkan Percepat Belanja Pemerintah dan Kawal Harga Pangan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- comment 0 komentar

Ia juga memastikan bahwa program pengentasan kemiskinan tetap berjalan, terutama BLT, PKH, serta program padat karya dari pemerintah provinsi, termasuk bantuan langsung bagi masyarakat miskin ekstrem.
“Utamanya penanganan miskin ekstrem, itu harus bisa terbayarkan semua di pertengahan atau awal Desember ini,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Suhardi Duka juga menyinggung data BPS yang mencatat penurunan angka kemiskinan Sulbar sebesar 0,30 persen pada semester pertama tahun ini. Target Sulawesi Barat sendiri adalah penurunan sebesar 1 persen hingga akhir tahun.
“Artinya di semester kedua kita harus mengejar 0,70 persen. Itu tantangan besar, tapi bisa dicapai jika semua komponen bekerja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka menyebutkan beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menjelang Nataru, di antaranya ikan, bawang merah, dan cabai, yang sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.
“Bawang merah dan cabai ini sangat dipengaruhi hujan. Begitu juga ikan, ada sedikit kenaikan harga karena cuaca sedang buruk,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi dari ikan budidaya dan mengoptimalkan fungsi cold storage untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga.
“Kita sudah punya program Kampung Nelayan Merah Putih. Di setiap kampung itu akan dibangun cold storage, meskipun kecil. Ini salah satu upaya kita,” tutup Suhardi Duka. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
