Selamat Jalan Salim S. Mengga, Sosok Pemimpin, Orang Tua Sekaligus Kakak
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

KABAR mengejutkan itu datang. Pagi-pagi betul, kabar duka itu sampai ke saya. Pak Salim S Mengga telah meninggalkan saya, meninggalkan kita semua.
Oleh: Suhardi Duka
Pak Salim yang telah kembali ke haribaan Ilahi meninggalkan duka mendalam bagi saya, bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. Betapa tidak, selama bersama beliau, tak ada satu hal negatif pun yang saya temui dari beliau.
Beliau sebagai wakil gubernur adalah sosok yang ideal bagi saya. Sosok yang telah saya anggap sebagai orang tua, sekaligus sebagai kakak. Tak ada satu pun kebijakan krusial yang saya ambil tanpa melibatkan beliau. Saya dan Pak Salim adalah dwitunggal, begitu yang selalu saya sampaikan di beberapa kesempatan.
Saya ingat betul, di fase awal saat kami berdua hendak berpasangan di Pilkada yang lalu. Saat ragam pertanyaan muncul di benak saya kala itu. ‘Bagaimana mungkin saya berani mengajak Pak Salim untuk menjadi wakil saya ?’, kira-kira pertanyaan itu yang berkelindan di pikiran saya.
Hingga di ujung saat beliau menegaskan kesediaannya mendampingi saya dengan sejumlah pertimbangan. Sesuatu yang membuat saya berkesimpulan bahwa beliau memang sudah berada di fase puncak dari apa yang disebut sebagai pengabdian.
Dalam diri Pak Salim, melekat sosok seorang jenderal, tokoh masyarakat, tokoh agama. Sederet atribut yang bikin beliau selalu berhasil tampil sebagai figur yang sangat kuat. Ucapannya selau jelas, tegas dan penuh makna.
- Penulis: Ekspos Sulbar
