Komisi IV dan DKPPKB Sulbar Bahas Hasil Monev Bidang Kesehatan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kebijakan diarahkan pada langkah preventif, deteksi dini kehamilan berisiko, serta peningkatan mutu layanan persalinan yang aman dan berkualitas.
Dalam paparannya, dr. Nursyamsi Rahim menjelaskan bahwa penyebab utama kematian ibu masih didominasi perdarahan obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, serta komplikasi non-obstetri. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan layanan antenatal terpadu, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, dan optimalisasi sistem rujukan maternal di seluruh wilayah.
“Sebagai langkah strategis, kami telah menetapkan sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan layanan PONED dan PONEK, optimalisasi sistem rujukan 24 jam, pelaksanaan Audit Maternal Perinatal secara berkelanjutan, serta fokus intervensi di wilayah prioritas seperti Polman dan Majene,” ungkapnya.
Komisi IV DPRD Sulbar menyambut baik komitmen tersebut dan mendorong implementasi kebijakan secara konsisten di lapangan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu, melindungi generasi masa depan, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sulbar secara berkelanjutan. (*)
- Penulis: Ekspos Sulbar
