Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Simalakama UU HKPD, Wawancara Khusus dengan Gubernur Sulbar

Simalakama UU HKPD, Wawancara Khusus dengan Gubernur Sulbar

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
  • comment 0 komentar

3. Bagaimana dengan isu PHK ke PPPK atau Penghapusan TPP ?
“Jadi kita tidak punya jalan apa-apa. Makanya saya suarakan secara lantang tentang opsi pemutusan PPPK. Nah dari pernyataan saya itu, mulai ada perhatian dari pemerintah pusat. Tahun ini, opsi untuk memberhentikan PPPK tidak ada. Karena kita belum dikenakan sanksi tahun 2026, kan aturan ini efektif berlaku di tahun 2027. Menghapus TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) ?, bisa saja opsi itu ada, tapi pasti kita akan dicaci oleh ASN”

4. Merubah nomenklatur belanja, apakah bisa menyelematkan daerah ?
“Kami sudah hitung. Jika hanya ada item gaji serta Tunjab (Tunjangan Jabatan) di dalam nomenklatur belanja pegawai, itu sudah memenuhi ketentuan 30 Persen. Catatannya, adalah mengeluarkan item TPP, Kinerja guru, belanja PPPK, serta BPJS bagi para pegawai. Kalau itu yang ditiadakan, saya kira kita sudah memenuhi syarat. Saya dapat informasi, item Kinerja guru itu bisa dikeluarkan (dari nomenklatur belanja pegawai). Kalau begitu, kenapa TPP tidak bisa keluar, PPPK tidak bisa keluar. Kan dia bisa jadi belanja operasional. Bukan kita tidak punya uang. Uangnya ada, hanya yang tidak bisa adalah nomenklaturnya, karena masih melekat di nomenklatur belanja pegawai. Untuk mengubah nomenklatur itu kewenangannya ada di Kemendagri, karena dia yang membuat sistemnya. Kalau itu tidak diubah, kita tidak bisa memasukkan item belanja-belanja itu”

5. Jadi, ini bukan tentang efisiensi belanja ?
“Data Kemendagri itu ada 300 lebih daerah juga mengeluhkan hal ini. Di tataran gubernur, itu sudah banyak yang menyuarakan. NTT, saya, Lampung dan sejumlah gubernur lainnya. Respon pemerintah pusat inilah yang sedang kita tunggu. Saat ini kan kita sedang dalam tahap penyusunan APBD tahun 2027, kita berharap, sebelum dokumen itu kita bawa ke DPRD, sudah ada perubahan nomenklatur belanja itu. Prinsipnya adalah, belanja pegawai kita tidak ada yang berkurang tidak ada penambahan. Yang masalah adalah APBD kita yang berkurang, karena adanya beberapa pemotongan anggaran dari pusat. Ini soal persentase, bukan soal efisiensi. Dan itu kewenangannya ada di pemerintah pusat.

6. Bagaimana dengan Kondisi di enam Kabupaten di Sulbar ?
“Semua Bupati tidak ada yang mampu. Mamuju misalnya, persentase belanja pegawainya itu di 35,80 Persen, Majene di 44,13 Persen, Polman 43,51 Persen, Mamasa 39,46 Persen, Pasangkayu 40,50 Persen, serta Mamuju Tengah di 38,76 Persen. Sementara persentase belanja pegawai kita di provinsi ada di 31,08 Persen. Itu semua kita sudah keluarkan tunjangan guru. Jadi semua masih di atas ketentuan Undang-Undang”

7. Mengurangi gaji PPPK, apakah masuk dalam pilihan jalan keluar ?
“Opsi itu mungkin jadi pilihannya. Misalnya, kita masih membutuhkan penurunan sekitar 0,5 Persen untuk mencapai 30 Persen, yah bisa saja pilihan pengurangan gaji kepada PPPK itu kita tempuh. Karena tidak akan mungkin gaji PNS yang kita mau kurangi. Saya memang telah menyuarakan itu semua, termasuk kemungkinan pemberhentian PPPK. Meski banyak yang tidak memahami pernyataan saya itu. Yah, sengaja saya ambil resiko itu supaya Kemendagri memberi atensi, wah bahaya Sulbar mau pecat PPPK-nya. Saya katakan, bukan soal kita tidak mampu membayar gajinya. Hanya saja, persentasenya masih melebihi ketentuan. Ini bukan soal efisiensi.

8. Untuk memenuhi ketentuan 30 Persen belanja pegawai itu, berapa anggaran yang mesti dihilangkan dari nomenklatur tersebut ?
“Kita masih harus mengurangi sekitar Rp 220 Miliar di 2027. Karena dari Rp 1,6 Triliun APBD kita, belanja pegawainya ada di Rp 480 Miliar. Hituangnnya itu Rp 1,6 Triliun kali 30 Persen, Rp 480 Miliar. Sekarang belanja pegawai kita itu kisaran Rp 700 Miliar, jadi Rp 220 Miliar yang harus dikurangi”. (*/rls)

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan komitmennya untuk melibatkan industri kecil menengah (IKM) ke dalam ekosistem industri besar, salah satunya di Metropolitan Rebana yang saat ini sedang dibangun. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Forum Investasi dan Kawasan Industri (FIKI) di Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/7/2023). […]

  • Lima Kali Beruntun Pemkab Pasangkayu Raih WTP

    Lima Kali Beruntun Pemkab Pasangkayu Raih WTP

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Ia berharap opini WTP yang diraih dapat menjadi motivasi bagi Pemkab Pasangkayu untuk tetap menjaga komitmen dalam mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang ankutabel dan transparan. Bupati Agus Ambo Djiwa menyampaikan rasa syukurnya atas raihan opini WTP dari BPK RI. Kata dia akan menjadi pemicu bagi pihaknya untuk bekerja semakin baik terutama dalam tata kelola keuangan daerah. […]

  • Kelas Smart,  Arhamuddin : Penyuluh Bawa Pengetahuan, Tidak Menenteng Bantuan

    Kelas Smart, Arhamuddin : Penyuluh Bawa Pengetahuan, Tidak Menenteng Bantuan

    • calendar_month Rab, 3 Nov 2021
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 532
    • 0Komentar

    “Percepatan pembangunan keluarga, sangat dibutuhkan kolaborasi lintas sektor OPD, kita sama-sama memberikan pengetahuan sesuai porsi masing-masing. Kami masuk di wilayah penguatan keluarga, bagaimana gizinya bagus, ekonominya bagus, pendidikannya bagus, dan kesehatannya bagus. Contoh, supaya gizinya bagus, ya makan sayur-sayuran, nah untuk mendapatkan sayur berkualitas pertanian harus masuk disitu. Inilah alasan, kenapa Kelas Smart ini ada […]

  • Agar TPHD Lebih Efektif dan Efisien, Pj Gubernur Sulbar Lakukan Evaluasi

    Agar TPHD Lebih Efektif dan Efisien, Pj Gubernur Sulbar Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Rab, 3 Mei 2023
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sehingga, dipandang perlu merevisi jumlah tim TPHD, khususnya yang akan dibebankan pada APBD provinsi yang akan berangkat ke Tanah Suci. Akmal mencontohkan Provinsi Maluku dengan APBD hingga Rp. 3 triliun namun, hanya memberangkatkan lima orang tim TPHD saja. Begitupun Papua Barat dengan APBD jauh lebih besar hanya berangkatkan 2 orang. Lalu Maluku Utara dengan penduduk […]

  • Bupati Dampingi Tim Kemendes PDTT Terima Warga Transmigrasi

    Bupati Dampingi Tim Kemendes PDTT Terima Warga Transmigrasi

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, Nirwan Helmi, menyebut transmigrasi dengan pola tambak udang di UPT. Tanjung Cina, Desa Bambakoro, ditarget bisa menjadi percontohan bagi transmigrasi didaerah lain dengan pola serupa. Sebab, pola tambak di Bambabokoro merupakan pertama di Indonesia. Selama ini, pola transmigrasi yang telah banyak dilakukan yakni, pola perkebunan, tambak ikan, dan nelayan. […]

  • Jasa Raharja Sulbar Apresiasi Dirlantas atas Suksesnya Pengamanan Lalu Lintas Lebaran 2025

    Jasa Raharja Sulbar Apresiasi Dirlantas atas Suksesnya Pengamanan Lalu Lintas Lebaran 2025

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Kepala Cabang Jasa Raharja Sulbar berharap sinergi positif antara Jasa Raharja dan Dirlantas dapat terus terjalin untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di Sulawesi Barat. Kerja sama yang baik ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan meminimalisir dampak kerugian bagi korban kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Sementara itu, Dirlantas Polda Sulbar, Kombes Pol. […]

expand_less