Sulbar Jadi Terbaik I Penurunan Pengangguran di Sulawesi, Ini Penjelasan Bapperida
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Rab, 3 Jun 2026
- comment 0 komentar

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Amujib,
EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Penghargaan Provinsi Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Regional Sulawesi Tahun 2026 yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dinilai sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pembangunan daerah yang dijalankan secara terencana dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 29 Mei 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, mengatakan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah memberikan dampak positif terhadap perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan ini patut disyukuri sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja pembangunan daerah. Namun capaian ini juga harus dimaknai secara proporsional sebagai hasil kerja bersama yang masih perlu terus ditingkatkan,” kata Amujib di Kantor Bapperida Sulbar, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Sulawesi Barat Tahun 2025–2029 melalui program Panca Daya, khususnya pada misi membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, pembangunan daerah diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses lapangan kerja, memperkuat daya saing tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menanggapi berbagai pandangan terkait kondisi ketenagakerjaan di lapangan, Amujib menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan indikator resmi pemerintah, bukan semata-mata persepsi.
Menurutnya, proses penilaian Kemendagri mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas perencanaan pembangunan, dukungan anggaran, inovasi daerah, efektivitas program, hingga capaian indikator ketenagakerjaan.
“Seluruh pengukuran menggunakan data resmi Badan Pusat Statistik. Data ketenagakerjaan yang digunakan berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), sehingga capaian penurunan pengangguran diukur berdasarkan metodologi statistik yang berlaku secara nasional,” jelasnya.
- Penulis: Ekspos Sulbar
