Polda dan Pemprov Sulbar Perkuat Sinergi Percepatan Eliminasi TBC
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Dalam pemaparan Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan kontribusi kasus TBC terbesar kedua di dunia setelah India, dengan estimasi lebih dari satu juta kasus pada tahun 2024. Sementara itu, Sulawesi Barat diperkirakan memiliki lebih dari 5.000 kasus TBC pada tahun 2026 yang memerlukan upaya penemuan kasus secara aktif dan pengobatan hingga tuntas.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Sulbar dalam percepatan eliminasi TBC.
“Kolaborasi antara sektor kesehatan dan kepolisian merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap penderita TBC. Kehadiran Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa menjadi kekuatan besar dalam membantu edukasi dan penjangkauan masyarakat,” ujarnya.
Menurut dr. Nursyamsi Rahim, percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan untuk mewujudkan Sulawesi Barat Bebas TBC 2030.
DKPPKB Sulbar juga memperkenalkan inovasi GARATTA TBC sebagai pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat yang mendorong penemuan kasus aktif, pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), pendampingan pengobatan hingga sembuh, serta penghapusan stigma terhadap pasien TBC.
Melalui sinergi antara Polda Sulbar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai serta mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
