Bau Akram Dai Buka Festival Penyu Mampie 2026, Tegaskan Sinergi Pariwisata Berkelanjutan dan Pelestarian Lingkungan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

“Pariwisata dan pelestarian lingkungan kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi dua kutub yang saling menguatkan dalam paradigma sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan demi menjaga keseimbangan ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Bau Akram, dalam sambutannya.
Bau Akram berharap Festival Penyu Mampie tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan mampu berevolusi menjadi sebuah gerakan kolektif yang berkelanjutan.
“Festival Penyu Mampie tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus ditransformasikan menjadi sebuah gerakan kolektif yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran ekologis masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya konservasi yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Bau Akram.
“Kami optimistis kolaborasi yang terbangun akan semakin memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai destinasi pariwisata unggulan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Selepas acara seremonial, Kepala Dispoparekraf bersama seluruh pengunjung melakukan pelepasan tuki dan penanaman pohon mangrove di pantai Mampie.
Kegiatan Festival Penyu sendiri dikemas dalam berbagai kegiatan edukasi dan hiburan, juga kegiatan konservasi, aksi bersih pantai, penanaman pohon, susur Sungai Teluk Mampie, dan pameran UMKM. (rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
