Jadi Narasumber Sharing Session ASN Berdaya, Ridwan Djafar Paparkan Kesiapan SDM Pemerintahan Digital
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Memasuki pembahasan arah pembangunan digital nasional, Ridwan menjelaskan pemerintah telah menyiapkan Rencana Induk Pemerintahan Digital Nasional 2025–2045 sebagai peta jalan transformasi digital jangka panjang.
Menurutnya, paradigma transformasi digital pemerintahan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada digitalisasi prosedur atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), melainkan bergerak menuju Pemerintahan Digital (PEMDI) yang berfokus pada manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Dalam konsep PEMDI, kata Ridwan, pemerintah dituntut membangun ekosistem digital yang terintegrasi melalui tata kelola, arsitektur digital, manajemen layanan digital, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu, evaluasi tidak lagi hanya menilai kematangan pengelolaan teknologi informasi, tetapi juga kepuasan pengguna layanan digital.
Ridwan juga memaparkan implementasi PEMDI di lingkungan Pemprov Sulbar. Sejumlah agenda strategis yang tengah didorong antara lain penyusunan dokumen rencana aksi pemerintahan digital, pengisian arsitektur pemerintahan digital, manajemen layanan digital, peningkatan kompetensi digital ASN, penguatan keamanan siber, pengembangan aplikasi dan infrastruktur layanan digital, hingga keterpaduan layanan digital pemerintah.
Meski demikian, sebagian besar agenda tersebut masih dalam tahap persiapan dan penguatan, sementara beberapa program seperti pengembangan aplikasi, infrastruktur layanan digital, serta keterpaduan layanan digital telah mulai diterapkan pada sebagian layanan pemerintahan.
Untuk menyongsong terwujudnya pemerintahan digital, Ridwan menekankan pentingnya pembentukan ASN Sulbar Digital yang adaptif dan fleksibel melalui transformasi sumber daya manusia di seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, terdapat delapan langkah utama yang perlu dilakukan, yakni transformasi pola kerja ASN menjadi lebih fleksibel dan berorientasi hasil, peningkatan kompetensi digital, implementasi pemerintahan digital, penguatan tata kelola berbasis data, pengembangan budaya inovasi, peningkatan keamanan digital pemerintahan, penguatan kepemimpinan digital ASN, serta peningkatan kualitas pelayanan publik digital.
“ASN Sulbar harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu memanfaatkan data dan teknologi untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tutup Ridwan. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
