Gubernur Sulbar Minta Penyuluh Pertanian Jadi Motor Swasembada Pangan, Targetkan IP Naik Jadi 2
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Sulbar Suhardi Duka ingin angka itu naik ke IP 2. “Kalau kita naikkan jadi dua, sama dengan kita cetak sawah sekitar 15 ribu hektare tanpa harus membuka lahan baru,” ujarnya
Selain peningkatan indeks pertanaman, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga mendukung implementasi program Pertanian Modern Model Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang mulai diterapkan di Wonomulyo sebagai percontohan.
Target produktivitas program ini naik dari 7 ton per hektare menjadi 10–12 ton. Tapi Gubernur Suhardi mengingatkan, target itu hanya bisa tercapai kalau pasokan pupuk ikut ditingkatkan sesuai kepadatan bibit yang lebih tinggi.
“Kalau makanannya sama, maka yang terjadi buahnya kempes. Kalau buahnya kempes, rendemennya menjadi 40. Bulog tidak mau beli kalau rendemennya 40, Bulog mau beli kalau rendemennya di atas 55, 56,” tegasnya.
SDK juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang memperbesar anggaran pupuk bersubsidi serta menyederhanakan tata kelola distribusinya sehingga petani semakin mudah memperoleh pupuk.
Selain sektor padi, Gubernur Sulbar berharap program bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah. Sulbar, kata dia, telah mengusulkan sekitar 17 juta bibit kakao melalui CPCL dan berharap sebagian besar dapat dipenuhi.
“Kalau 10 hingga 17 juta terpenuhi, saya kira kakao di Sulawesi Barat 5 tahun ke depan akan semakin membaik dan berkontribusi kembali terhadap kakao dunia,” ujarnya.
Menutup arahannya, Suhardi Duka mengingatkan para penyuluh agar terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, penyuluh harus selalu menjadi sumber pengetahuan bagi petani.
“Walaupun sekarang menjadi pegawai pemerintah pusat, ingat bahwa saudara bekerja di daerah dan melayani masyarakat. Banggalah menjadi penyuluh pertanian karena Anda adalah pahlawan ketahanan pangan bangsa. Terus tingkatkan kemampuan, jangan sampai ilmu petani lebih maju daripada ilmu penyuluh. Sekarang teknologi, AI, YouTube, dan berbagai sumber belajar berkembang sangat cepat,” pungkasnya. (Rls)



- Penulis: Ekspos Sulbar
