Perkuat Promosi Kesehatan Digital, Tim Promkes Sulbar Ikuti Pengembangan WhatsApp Group “Ibu Pandai” Bersama Kemenkes RI
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Kam, 27 Agu 2026

Pertemuan juga membahas tantangan dalam pencapaian cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kesenjangan cakupan masih cukup tinggi pada kelompok balita dan prasekolah serta bayi baru lahir. Sementara itu, cakupan pada anak usia sekolah relatif lebih baik karena pelayanan dilakukan dengan pendekatan mendatangi sekolah.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi jemput bola menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Tim Promkes Sulbar melihat pendekatan tersebut dapat diperkuat melalui sinergi antara Puskesmas, Posyandu, kader kesehatan, sekolah, keluarga dan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan, Kemenkes RI juga menyampaikan sejumlah prioritas materi edukasi kesehatan yang dapat disebarluaskan melalui media digital, antara lain CKG bayi baru lahir, CKG balita dan prasekolah, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jantung serta edukasi terkait kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rawan. Kementerian Kesehatan juga mendorong Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk aktif memanfaatkan berbagai materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang disiapkan oleh pusat.
Melalui penguatan koordinasi dan kerja Tim Promosi Kesehatan, Kepala DKPPKB Sulbar mendorong agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya menjadi kegiatan internal, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemanfaatan media digital harus kita arahkan menjadi sarana edukasi yang dekat dengan masyarakat. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan masyarakat,” demikian semangat yang menjadi bagian dari penguatan promosi kesehatan Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan ini, Tim Promosi Kesehatan Sulbar berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi komunikasi kesehatan, memperluas akses informasi dan edukasi, serta membangun kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kabupaten dan Puskesmas. (*)
- Penulis: Ekspos Sulbar

