Ribuan Warga Padati Pembukaan Sandeq Silumba 2026, UMKM Ikut Ketiban Rezeki
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 36 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAJENE – Pembukaan Sandeq Silumba 2026 di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat 25 September 2026, membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan beragam makanan, minuman, hingga produk olahan kepada ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Pembukaan Sandeq Silumba 2026 yang merupakan rangkaian Hari Jadi Sulbar ke-22 sekaligus menjadi titik awal perjalanan 80 perahu sandeq peserta event tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hingga malam hari.
Ramainya pengunjung pada pembukaan Sandeq Silumba 2026 pun menjadi momentum tersendiri bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Event tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi tradisi dan budaya bahari Mandar melalui perahu sandeq, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk mendapatkan manfaat dari tingginya kunjungan masyarakat.
Tidak hanya warga Kecamatan Sendana, masyarakat dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat (Sulbar), bahkan dari luar daerah, turut datang untuk menyaksikan event yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut.
Salah satu UMKM yang merasakan dampak ramainya pengunjung adalah Kedai 5 Putri. Owner Kedai 5 Putri, Nurul Adia mengaku, baru membuka lapaknya pada siang hari, namun sudah mampu meraih omzet sekitar Rp500 ribu.
“Baru sehari di sini. Saya bukanya tadi siang. Kalau omzet mungkin sudah sekitar lima ratusan,” ujar Nurul.
Menurut Nurul, omzet tersebut terbilang cukup baik mengingat dirinya baru mulai berjualan pada siang hari. Pada hari biasa, penjualan Kedai 5 Putri dapat mencapai sekitar Rp800 ribu. Kedai 5 Putri sendiri telah berjalan hampir empat tahun. Selama ini, Nurul lebih banyak menjalankan usaha tersebut dari rumah sambil menjalankan profesinya sebagai guru di MTs DDI Banua.
“Sudah hampir empat tahun. Selama ini saya jualan di rumah. Baru tahun ini juga mulai jualan di Unsulbar karena kebetulan adek kuliah di sana,” katanya.
- Penulis: Ekspos Sulbar

