Junda Maulana Soroti Hilirisasi hingga Deforestasi dalam Uji Calon Dekan Fapertahut Unsulbar
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu

“Bagaimana kurikulum yang ibu rancang untuk menjawab tantangan hilirisasi produk unggulan seperti kakao, kopi dan sawit di Sulawesi Barat untuk peningkatan nilai tambah komunitas pertanian?” tanyanya.
Selain akademik, Junda mempertanyakan optimalisasi peran senat dalam pengambilan keputusan strategis serta program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama yang dapat meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.
Pada bidang kemahasiswaan, ia menekankan pentingnya penguatan soft skill dan daya saing mahasiswa agar lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kita berharap alumni Fakultas Pertanian ini sudah ada pasar kerjanya, jadi siap pakai,” katanya.
Sementara itu, persoalan kehutanan menjadi perhatian dalam pertanyaan terakhir. Junda meminta penjelasan mengenai peran Fapertahut dalam menghadapi tekanan deforestasi, termasuk melalui riset dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.
“Untuk menghadapi tekanan deforestasi, bagaimana peran Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Sulawesi Barat untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintahan?” tanyanya.
Ia juga menyinggung persoalan tekanan terhadap kawasan hutan, konflik, serta tata kelola lahan perkebunan, termasuk sengketa lahan sawit yang pernah menjadi perhatian di Pasangkayu.
Junda menegaskan, seluruh pertanyaan tersebut bermuara pada harapan agar Fapertahut Unsulbar tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan pembangunan Sulawesi Barat. (rls/*)
- Penulis: Ekspos Sulbar

