Sulsel  

Efisienkan Anggaran, Wali Kota Makassar: Mulai 2026 Pemkot Tidak Lagi Beli Mobil Dinas

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (ist)

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemkot Makassar tidak akan lagi membeli mobil dinas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin ingin mengefisienkan anggaran.

Namun, efisiensi anggaran itu bukan berarti para pejabat atau pimpinan SKPD tidak akan mendapatkan kendaraan dinas (randis). Rupanya, Pemkot Makassar akan bertransformasi dari randis berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Bukan hanya untuk efisiensi anggaran, menurut Munafri, kebijakan tersebut juga bagian dari komitmen menghadirkan udara bersih dengan mengurangi kendaraan berbahan bakar fosil di Makassar.

BACA JUGA:  Jangan Terprovokasi, Munafri Harap Makassar Terus Aman dan Tertib

Pemkot Makassar berencana menghadirkan 50 unit kendaraan listrik di tahap awal. Randis tersebut buat para kepala dinas, camat, dan kepala bagian.

“Mulai 2026, Pemkot tidak lagi membeli mobil dinas. Kita pakai skema sewa selama empat tahun, sehingga biaya pemeliharaan ditanggung oleh penyedia,”tegas Munafri Arifuddin, Selasa (26/8/2025).

“Dengan begitu, lebih efisien dan tidak ada lagi persoalan mobil dibawa pindah ketika pejabat berganti,”imbuh wali kota yang juga akrab disapa Appi itu.

BACA JUGA:  Maksimalkan Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Pemprov Sulsel Hadirkan PKB

Hadirkan Bus Listrik

Selain mobil dinas, Pemkot Makassar juga akan menghadirkan puluhan bus listrik yang akan berfungsi sebagai armada transportasi publik perkotaan. Anggarannya melalui APBD perubahan 2025 dan APBD pokok 2026.