Jadi Narasumber Sharing Session ASN Berdaya, Ridwan Djafar Paparkan Kesiapan SDM Pemerintahan Digital
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfopers) Pemprov Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, menjadi narasumber pada kegiatan Sharing Session ASN Berdaya yang digelar secara virtual oleh BKPSDM Pemprov Sulbar, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun ASN Sulbar yang Adaptif di Era Kerja Fleksibel dan Pemerintahan Digital” tersebut dibuka oleh Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail.
Dalam kesempatan itu, Ridwan Djafar membawakan materi bertajuk “Membangun Sulbar di Era Pemerintahan Digital”. Hal ini merupakan komitmen dalam mewujudkan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia mengawali pemaparannya dengan menggambarkan kondisi transformasi digital Sulawesi Barat dan Indonesia saat ini. Ridwan menjelaskan, berdasarkan Indeks Transformasi Digital Nasional (ITDN) 2025, Sulawesi Barat memperoleh skor 44,38 dengan klasifikasi C (cukup) atau berada di peringkat 34 dari 38 provinsi. Meski demikian, capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,8 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, kemajuan transformasi digital Sulbar ditopang oleh peningkatan pada pilar pemerintahan dan masyarakat. Namun, masih diperlukan penguatan pada sektor jaringan dan infrastruktur serta dunia usaha agar percepatan transformasi digital dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Sulbar tahun 2025 tercatat sebesar 43,52 atau naik 1,87 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 41,65. Dengan capaian tersebut, Sulbar menempati peringkat 24 dari 38 provinsi.
“Ini menunjukkan tingkat literasi dan pemanfaatan teknologi digital masyarakat Sulbar terus mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat ruang yang cukup besar untuk terus ditingkatkan,” ujar Ridwan.
Ia juga memaparkan perkembangan penetrasi internet nasional. Berdasarkan survei APJII 2026, jumlah penduduk Indonesia yang telah terhubung internet mencapai 235,26 juta jiwa atau sekitar 81,72 persen dari total populasi nasional sebanyak 287,88 juta jiwa.
Sementara dari sisi durasi penggunaan internet, mayoritas masyarakat mengakses internet selama 4–6 jam per hari dengan persentase 43,4 persen. Disusul kelompok pengguna 1–3 jam per hari sebesar 33,6 persen dan pengguna 7–10 jam per hari sebesar 14,5 persen.
- Penulis: Ekspos Sulbar
