Siswa Sekolah Rakyat di Mamuju Trauma Usai Diduga Dikeroyok 8 Senior, Kasus Dilaporkan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu

Foto ilustrasi Kasus dugaan perundungan (bullying) seorang siswa Sekolah Rakyat di Mamuju, Sulawesi Barat.
EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Kasus dugaan perundungan (bullying) dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswa berusia 8 tahun di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulbar dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah seniornya.
Peristiwa pilu ini terjadi pada bulan September lalu. Korban diduga dikeroyok oleh sedikitnya delapan siswa lain, di mana beberapa di antaranya merupakan senior korban yang diperkirakan berusia 13 tahun.
Perwakilan pihak keluarga korban, Edo, mengungkapkan bahwa dugaan aksi kekerasan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Korban disebut telah berulang kali mengalami tindakan perundungan di lingkungan sekolah tersebut.
Pada insiden terakhir yang berujung pada kekerasan fisik parah, para pelaku diduga menendang pintu kamar korban sebelum akhirnya melakukan penganiayaan secara bersama-sama.
”Akibat pengeroyokan tersebut, kondisi psikologis korban terdampak cukup berat. Hingga saat ini, anak berusia 8 tahun itu masih mengalami trauma mendalam dan enggan untuk kembali beraktivitas di sekolah,” ujar Edo kepada awak media, Senin (5/10/2026).
Pihak keluarga telah mengantongi bukti kuat berupa hasil visum medis dan menyerahkannya kepada pihak sekolah untuk menunjukkan dampak fisik yang dialami putra mereka.
Edo menjelaskan, sebelum menempuh jalur hukum, kedua belah pihak sempat mengupayakan proses mediasi. Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena tidak adanya titik temu, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
- Penulis: Ekspos Sulbar

