PUNYA tubuh gemuk? Kemungkinannya ada dua, entah itu obesitas atau overweight. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Obesitas atau kegemukan merupakan kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak berlebih di tubuh. Sementara overweight adalah kondisi di mana berat badan (BB) melebihi BB ideal yang diakibatkan penimbunan lemak dan jaringan non-lemak. Obesitas harus lebih diwaspadai karena dapat mengantarkan pada risiko berbagai penyakit, antara lain batu empedu, diabetes, dan penyakit jantung – penyakit-penyakit yang dapat berujung kematian. Sangat berbahaya.
Seseorang bisa dikatakan obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 25 kg/m2 . IMT dapat dihitung dengan rumus berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. Lingkar perut lebih dari 90 cm untuk laki-laki dan lebih dari 80 cm untuk perempuan juga sudah masuk dalam kategori obesitas. Untuk mengatasi kegemukan ini, bisa dengan mengatur makan yang sehat dan olahraga. Tapi sebelumnya, simak dulu proses pembakaran timbunan lemak di tubuh.
Normalnya, sel lemak berperan untuk menyimpan energi. Sebenarnya penyimpanan lemak ini sangat bermanfaat, terutama ketika kita sedang tidak makan atau memerlukan energi tambahan saat melakukan aktivitas berat. Namun karena gaya hidup tidak sehat yang melibatkan konsumsi makanan tinggi kalori dan sedikit beraktivitas, penyimpanan lemak jadi berlebih dan mengakibatkan obesitas.
Yang perlu diwaspadai saat tubuh dalam status obesitas adalah sel-sel lemak yang disebut adiposit tidak berfungsi normal karena melepaskan energi dengan sangat lamban. Kondisi ini menyebabkan adiposopati, yakni gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Kondisi seperti ini yang seringkali membuat obesitas sulit diatasi.