Bukan hanya Wakil Bupati Mamuju, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Firmon turut optimis dapat mencapai target 73{578d3cea812c7902878fdabe62691299cd899fd574cffa0ca128e98df36828d0} tersebut. Menurut keterangannya, pihak Dinas Kesehatan Mamuju akan mengawasi secara khusus imunisasi di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Bala-balakang.
“Untuk daerah-daerah terpencil mendapat perhatian khusus dan akan diawasi langsung yaitu di Kalumpang dan Salissingan Bala-balakang, itu menjadi perhatian khusus kita. Target disana itu seperti salissingan, kalau bisa 100{578d3cea812c7902878fdabe62691299cd899fd574cffa0ca128e98df36828d0} karena pulaunya hanya kecil-kecil saja,” papar Firmon.
Sekedar diketahui, pada pencanangan kampanye dan introduksi vaksin campak dan measles rubella (MR) turut dihadiri oleh Xia Wei selaku Immunization Specialist Unicef bersama Muliana Muhiddin selaku Immunization Officer Unicef Makassar, dan Patricia perwakilan dari Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI).
Adapun mengenai penyakit campak dan Rubella merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius yang berujung kematian, dimana gejala awalnya yaitu bintik-bintik merah yang timbul diseluruh badan. Jika penyakit tersebut menyerang ibu hamil maka kemungkinan mengakibatkan kecacatan dan kematian pada bayi yang dikandung, atau bayi bisa lahir dengan kebutaan, ketulian, kelainan jantung dan kelainan otak.
Melihat dampak yang dapat berujung pada kematian, diakhir acara, kepada awak media Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari menghimbau agar setiap orang tua membawa anaknya yang berusia 9 bulan sampai 15 tahun ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin campak dan rubella secara gartis. (Hms/Dian/*)