Quo Vadis Alumni Hipma Matra di Pilkada 2020

Dari tahun ke tahun keberadaan alumni HIPMA MATRA telah tersebar di berbagai daerah Republik ini, tentunya lebih banyak bermukim di Pasangkayu saat ini dengan beragam profesi yang digelutinya, bahkan masih ada sambil mencari ruang-ruang informasi pekerjaan apatah lagi Sarjana baru. Hal inilah yang membuat penulis terinspirasi menulis, jika diidentifikasi mulai dari angkatan alumni pertama hingga saat ini tentu sudah sangat banyak jumlahnya, jika dipertemukan dalam suatu tempat pasti kelihatan ramai apalagi sudah terbilang puluhan yang sudah berkeluarga, tentu kesannya keluar pasti beragam tanggapan. Dengan kondisi tersebut, secara politik bukan berarti tak dilirik. Sejatinya dimomen 2020 bukan soal kepentingan pragmatisme semata, melainkan ini merupakan pintu masuk bagi yang memiliki skil di masing-masing bidang, begitupula bagi yang memiliki kepentingan jangka pendek, membangun relasi soal pekerjaan. Hal demikian tidak bisa dinafikan, tentunya semua butuh akses jangka pendek dan jangka panjang, di sinilah salahsatu pintu masuknya.

BACA JUGA:  Pemkesra Sulbar Laksanakan Finalisasi Nota Kesepakatan Bersama Poltekkes Mamuju

Pada hakikatnya dalam setiap perhelatan politik, idealnya setiap gerbong atau komunitas yang telah berafiliasi ke kandidat menawarkan konsep gagasan berbasis rakyat, dari rakyat untuk rakyat pula nantinya. Hal inilah akan menjadi salahsatu cerminan kandidat yang diusung kelihatan berkualitas. Misalnya gerbong alumni HIPMA MATRA menawarkan konsep kesehatan gratis untuk rakyat tanpa melalui akses BPJS, cukup melalui APBD saja, dengan berbagai hasil diskusi dan kajian anggaran, dengan demikian daerah tidak akan diberatkan dalam penganggarannya. Tapi mungkinkah…..!????

Wallahu ‘alam……….

BACA JUGA:  DPP Nasdem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Tulisan ini hadir, melihat dari kondisi Alumni yang sudah sangat banyak dan terinspirasi dari diskusi beberapa kawan-kawan alumni saat sambil seruput kopi.

Pasangkayu, 5 Februari 2020