Pada rapat itu, mantan ketua DPRD Mamuju ini juga mempertanyakan kinerja Pemkab Mamuju yang dinilai sangat lamban mengolah dan menvalidasi data korban gempa Mamuju, Ia menjelaskan jika data tersebut telah rampung sejak awal maka bantuan dari BNPB tersebut sudah dapat dicairkan.
“Pak dusun dan pak desa saya kira sudah menyerahkan data kerusakan rumah sejak awal dimasa tanggap darurat, masak sampai sekarang datanya belum bisa di finalkan atau diasessment. Saya kira ibu bupati Mamuju perlu melakukan evaluasi terhadap bawahannya,” kata Sugianto gram.
Kepala BPBD Mamuju Muh.Ali Rahman pada rapat tersebut menegaskan tidak berani menyalurkan bantuan dana tunggu hunian itu jika dana penerima belum diassessment.
Muh.Ali mengatakan bantuan tahap pertama dari BNPB pusat telah diterima Pemkab Mamuju sebesar 2 milyar rupiah untuk 1.501 rumah rusak berat.
“Dana yang sudah ada sebesar 2 milyar, ini kita akan berikan sebesar 500 ribu/orang selama 6 bulan, karena danaya yang ada baru setengahnya maka kita akan cairkan 3 bulan saja dulu,” jelasnya.
Ia berharap tim asessement dapat segera bekerja sehingga masyarakat atau korban gempa dapat segera menikmati bantuan dari pemerintah.