Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam » Gubernur Ridwan Kamil Usulkan Tiga Nama Penjabat Kepala Daerah

Gubernur Ridwan Kamil Usulkan Tiga Nama Penjabat Kepala Daerah

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Rab, 11 Mei 2022

KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengusulkan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengisi jabatan kepala daerah yang kosong akibat masa jabatannya segera berakhir tahun ini. Ketiga penjabat itu akan mengisi jabatan kepala daerah Kabupatan Bekasi, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cimahi.
”Kami sudah mengusulkan untuk penjabat bupati/wali kota di tiga wilayah yang akan habis tahun ini yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi. Keputusan akhir dari Kemendagri belum kami terima,” ungkap Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (11/05/2022).
Perlu diketahui, kepala daerah Kabupaten Bekasi akan berakhir 22 Mei 2022, Kota Cimahi 22 Oktober 2022, dan Kota Tasikmalaya 14 November 2022. Menurut Ridwan Kamil dalam menentukan Penjabat selalu ada kriteria khusus dari Kemendagri.
”Selalu ada kriteria jabatan tinggi pratama (kepala dinas) atau level direktur di kementerian/lembaga. Jadi yang penjabat itu tidak harus selalu dari eselon di sini (Pemdaprov Jabar),” jelas Ridwan Kamil.
”Kabupaten Sukabumi contohnya. Dulu penjabatnya pada waktu pilkada 2020 usulan dari kita tapi diputuskan direktur dari Kemendagri,” tambah Ridwan Kamil.
Kemudian, Kang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil— mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar melibatkan peran legislatif dari tiap daerah. Sebab para penjabat yang akan menjabat pasti berkecimpung di dunia politik.
”Kuncinya dikomunikasikan saja, kemarin juga ada masukan dari DPRD merasa tidak dilibatkan, saya kira itu bagus karena nanti para penjabat ini harus berinteraksi politik nah jadi akseptabilitasnya penting,” tuturnya.
”Saya menyetujui kalau ada sebuah prosedur yang melalui masukan dari dewan sehingga lebih kondusif,” tandas kang Emil.
Dalam menjabat suatu daerah, seorang penjabat akan diberi waktu selama satu tahun. Kang Emil mengungkapkan, apabila selama satu tahun itu kinerja sesuai dengan prosedur maka akan dilanjutkan sampai dua sampai tiga tahun. Apabila tidak, maka akan dievaluasi.
”Kemarin sudah di klarifikasi PJ itu hanya satu tahun, penjabat walikota/bupati/gubernur maksimal satu tahun setelah itu akan di evaluasi bisa dilnjutkan bisa tidak. Jadi tidak serta merta kalau sudah akan full time sampai dua sampai tiga tahun,” pungkasnya.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sulbar Perkuat Literasi Digital Cegah Kejahatan Love Scamming

    Sulbar Perkuat Literasi Digital Cegah Kejahatan Love Scamming

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 177
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Perkembangan teknologi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi ia mendekatkan yang jauh, namun di sisi lain ia memberi ruang bagi modus kejahatan baru seperti love scamming untuk memangsa korban lewat celah emosional. Menanggapi fenomena ini, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat bergerak memperkuat benteng literasi digital, memastikan […]

  • Manakarra Fair 2018 Digelar

    Manakarra Fair 2018 Digelar

    • calendar_month Sab, 14 Jul 2018
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 760
    • 0Komentar

    Event yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya kembali digelar, yakni Manakarra Fair 2018 di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, dan akan dimulai sore ini (13/7/18). Kegiatn ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Manakarra ke-478. Setelah dilaksanakan tiga tahun berturut-turut. Manakarra Fair kali merupakan event terbesar dari pelaksanaan sebelumnya, karena sudah dipastikan ada 200 […]

  • Ratusan Masyarakat Pakava Demo Tolak Permendagri 60 Tahun 2018

    Ratusan Masyarakat Pakava Demo Tolak Permendagri 60 Tahun 2018

    • calendar_month Sel, 8 Jan 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com, PASANGKAYU— Ratusan masyarakat Desa Pakava, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Pasangkayu, Selasa 8 Januari. Massa yang didominasi masyarakat adat ini menolak penetapan tapal batas antara Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Donggala, Sulteng, oleh Kemendagri sebagaimana tertuang dalam Permendagri nomor 60 tahun 2018. Salah satu koordinator aksi Jaya mengatakan, penetepan […]

  • Ketua KNPI Sulbar Dorong Pengembangan Potensi Pemuda di Bulumario

    Ketua KNPI Sulbar Dorong Pengembangan Potensi Pemuda di Bulumario

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 517
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com, PASANGKAYU — Ketua Karateker DPD KNPI Sulbar Isra D Pramulya menggelar roadshow di Desa Bulumario, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu 17 November. Disana, Isra yang juga menjabat sebagai tenaga ahli Gubernur Sulbar ini melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh muda, termasuk Sekretaris Kerukunan Pemuda Bulumario. Dalam kesempatan itu, mantan Sekjen PB PMII periode 2003-2005 ini […]

  • Dukung Layanan Prima hingga Kontribusi PAD, Dinkes Sulbar Perkuat Peran Strategis Labkesmas

    Dukung Layanan Prima hingga Kontribusi PAD, Dinkes Sulbar Perkuat Peran Strategis Labkesmas

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 207
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat menggelar Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Grand Maleo Hotel and Convention, Mamuju. Kegiatan ini dihadiri oleh 34 peserta dari berbagai instansi, termasuk DPRD Provinsi Sulbar, Inspektorat, BPOM Mamuju, hingga sejumlah OPD terkait di lingkup pemerintah […]

  • Pj Gubernur Sulbar Minta OPD Lebih Serius Tangani Kemiskinan

    Pj Gubernur Sulbar Minta OPD Lebih Serius Tangani Kemiskinan

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 183
    • 0Komentar

    EKSPOS SULBAR – Penanganan masalah kemiskinan ekstrem di Sulbar perlu dioptimalkan. Setiap OPD harus memastikan setiap program berdampak langsung untuk menekan angka kemiskinan di Sulbar. Data per 2022 kemiskinan ekstrem di Sulbar mencapai 2,94 persen atau sekitar 41,406 orang. Untuk menuntaskan ini, Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh kembali menekankan kepada OPD terkait agar […]

expand_less