Virus Jembrana Menggila di Pasangkayu, Sapi Mati Bertambah, Fisiknya Mengerikan!

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Sapi mati karena virus Jembrana di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya terus bertambah. Kepala Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pasangkayu Abdul Gafur mengungkapkan, laporan resmi diterima hingga kini sapi mati sudah mencapai 86 ekor.

” Itu laporan resmi, tapi berdasarkan data dari Kepala Desa Makmur Jaya, sapi mati disana bahkan sudah mencapai 111 ekor” sebutnya, Selasa19 Juli

Gafur menyebut, umumnya sapi mati ini mengeluarkan keringat darah.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

” Ciri-ciri umum yang nampak pada sapi terjangkit virus jembrana, yakni demam, kurang nafsu makan, diare, telinga menguning, terdapat pembengkakan dibawah rahang, muncul benjolan didaerah kaki depan dan kaki belakang, dan yang terparah mengeluarkan keringat darah” ungkapnya.

Pihaknya masih melacak dari mana virus jembarana bisa masuk ke Pasangkayu. Sejauh ini ada tiga pintu masuk sapi ternak ke wayah Makmur Jaya yang berhasil dulacak, yakni dari Donggala Sulteng, Bone Sulsel, dan Gorontalo. Tapi belum diketahui apakah virus itu berasal dari wilayah tersebut atau bukan.

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Pihaknya, sudah mengimbau peternak setempat melakukan isolasi ternak sapinya sementara, mengingat penularan virus itu terbilang cepat. Penularanya melalui lalat. Meski memang virus yang baru pertama terdeteksi di Sulawesi itu biasanya hanya menyerang jenis sapi bali.

Selain itu sambung Gafur, Pemprov dan Pemkab Pasangkayu sepakat membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) pencegahan penularan virus jembrana. Adapun langkah yang bakal dilakukan satgas diantaranya melakukan penyuntikan vitamin dan antibiotik kepada ternak sapi.

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Kemudian melakukan penyemprotan disinfektan kepada ternak sapi dan lokasi peternakan. Serta bakal melakukan vaksinasi virus jembarana kepada ternak sapi.

” Vaksinasi direncanakan dua kali. Jarak antara vaksin pertama dengan vaksin kedua sekira satu bulan. Sapi yang divaksin yakni sapi yang berada diluar area ring satu, artinya diluar area wabah. Kalau sapi yang diarea wabah akan dilakukan pemberian obat” terang Gafur.(*/)